Akhir tanggap darurat erupsi Semeru, kecepatan transfer oleh pemerintah daerah

Jakarta, CNN Indonesia —

periode tanggap darurat erupsi asam semerik, Jawa Timur berakhir pada 24 Desember. Bupati Lumajang derek torikul Keputusan nomor 188.45/556/427.12/2021 menentukan masa transisi darurat.

“Salah satu prioritas langkah ini adalah mempercepat relokasi tempat penampungan sementara (huntara),” kata Plt. Abdul Muhari Direktur Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Minggu (26/12) Keterangan Tertulis.

Berdasarkan data Markas Besar Penanggulangan Bencana Erupsi (POSCO) Semeru pada Sabtu, (25/25), total 1.027 KK mengalami kerusakan hingga pukul 18.00.

Di Desa Sumberwuluh, Wilayah Candipuro, 505 rumah rusak berat, sedangkan di Desa Supiturang, Wilayah Pronojiwo, 85 rusak berat dan 437 rusak ringan.

Muhari mengatakan, pemerintah setempat sedang membersihkan lahan yang digusur warga di Desa Sumbermujur. Beberapa alat berat telah dikerahkan untuk pelebaran jalan dan pengaspalan aspal.

Sementara itu, pada Sabtu (25/12), sebanyak 9.417 orang dievakuasi di 402 titik. Konsentrasi pengungsi terkonsentrasi di tiga sub-wilayah.

1.657 orang di 15 tempat di Kabupaten Pasirian, 3.897 orang di 22 tempat di kabupaten Kandipuro, dan 1.136 orang di 7 tempat di kabupaten Pronojiu.

Sementara jumlah pengungsi di luar Kota Lumajang sebanyak 9.341 orang di Malang, 1 di Probolingo, 11 orang, 1 di Blitar, 3 di Jember, dan 13 di Jember.

Korban tewas akibat erupsi Semeru sejauh ini bertambah menjadi 51 orang hingga Selasa (21/12) pukul 18.00 WIB.

(Tim/Pra)

[Gambas:Video CNN]




Terimakasih Ya sudah membaca artikel Akhir tanggap darurat erupsi Semeru, kecepatan transfer oleh pemerintah daerah

Dari Situs Fikrirasy ID

Baca Juga:  2 dari total 138 kasus mikron terlokalisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *