Bukti Tsunami Banten 2018 Bukan Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau

Fikrirasy.ID.CO, Jakarta – Tim peneliti gabungan telah menemukan bukti baru yang menunjukkan diferensiasi dan terjadinya diferensiasi. Tsunami 22 Desember 2018 di Gunung Anak Krakatau. Menurut Mirzam Abdurrachman dari tim peneliti, bukan erupsi yang menyebabkan tsunami, melainkan sebaliknya, saat lereng puncak gunung di Selat Sunda runtuh.

“Ketidakstabilan lereng barat daya Gunung Anak Krakatau menyebabkan letusan Fikrirasy.ID besar setelah longsor,” katanya. kecepatan, Jumat, 31 Desember 2021.

Temuan itu berasal dari penelitian yang melibatkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Oxford, Universitas Birmingham dan British Geological Survey. Penelitian, dimulai pada tahun 2017, awalnya ingin mempelajari letusan Gunung Anak Krakatau tahun 1883.

Pada 22 Desember 2018, Gunung Anak Krakatau meletus saat penelitian sedang berlangsung. Gelombang tsunami berikutnya merenggut nyawa. Menurut Mirzam, kejadian tersebut membuat tim merasa tertipu karena menimbulkan tsunami tanpa terdeteksi dengan baik.

Penyelidikan lapangan menunjukkan bahwa batuan kristal dari letusan di sekitar Gunung Anak Krakatau bukan disebabkan oleh magma yang mengalir ke puncak dari dalam gunung. “Saya sangat terkejut dengan tekanan yang tiba-tiba ini,” kata pengajar dari Kelompok Keahlian Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB tentang Batuan, Gunung Berapi dan Geokimia.

Mirzam menduga tekanan sesaat itu berasal dari lereng Gunung Anak Krakatau yang runtuh atau runtuh. Setelah asam kehilangan sebagian tubuhnya, magma segera bergerak ke atas.

Konon Mirzam itu seperti menggoyangkan soda lalu membuka tutupnya dan isinya memuntahkan ke segala arah. “Ketidakstabilan lereng barat daya Gunung Anak Krakatau menyebabkan letusan Fikrirasy.ID besar setelah longsor,” katanya.

Ia menyebut lereng gunung itu runtuh genting akibat tumpukan lahar dan abu. Akumulasi material tersebut sesuai dengan catatan bahwa terjadi erupsi kecil setelah 16 bulan sebelumnya sebelum erupsi besar pada 22 Desember 2018. “Gempa vulkanik bisa bergabung, tetapi perubahan kerak pada saat itu sepertinya tidak banyak,” katanya.

Baca Juga:  Ponsel lipat terbaru Huawei Galaxy Z Flip model clamshell?

Selain itu, menurutnya, lokasi Gunung Anak Krakatau lahir di lereng bukan bidang horizontal. “Akibatnya, dia cenderung meluncur ke area tertentu,” kata Mirzam.

Arah geser bahan gunung anak Krakatau ke barat daya. Longsoran diyakini menjadi penyebab tsunami di daratan sekitar sejauh ini.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Bukti Tsunami Banten 2018 Bukan Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau

Dari Situs Fikrirasy ID