5 Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Hiperkalsemia

fikrirasy.id – 5 Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Hiperkalsemia. Hiperkalsemia adalah keadaan kelebihan kadar kalsium dalam darah. Biasanya, kadar kalsium dalam darah adalah 10,4 mg/dL dengan kadar kalsium terionisasi 5,2 mg/dL. Istilah hiperkalsemia digunakan ketika kadar kalsium dalam darah melebihi angka tersebut.

Sesuai laporan di buku harian JAMA pada tahun 2022, kadar kalsium yang berlebihan dalam darah dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan mual, muntah, kering, mengantuk, dan paling tidak dapat menyebabkan ketidaksadaran.

Asupan mineral kalsium setiap hari harus dipikirkan. Orang dengan hiperkalsemia tidak boleh makan terlalu banyak sumber makanan tinggi kalsium. Dengan cara ini, pertahankan konsumsi kalsium Anda pada tingkat yang dilatih oleh PCP Anda.

Sangat berarti untuk mengetahui sumber makanan mana yang tinggi kalsium dan harus dijauhkan dari penderita hiperkalsemia. Lima sumber makanan berikut harus dihindari atau dibatasi oleh penderita hiperkalsemia.

1. Produk olahan susu

Produk susu seperti keju cheddar, yogurt, krim, olesan, dan yogurt beku memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Diumumkan oleh SaintLukesKC, penderita hiperkalsemia harus menghindari sumber makanan ini, bahkan menghentikan asupannya, karena dapat meningkatkan kadar kalsium yang sudah tinggi dalam darah.

Semua hal dipertimbangkan, teh dan espresso bisa menjadi pilihan karena rendah kalsium. Bahkan, dirinci oleh American Bone Wellbeing, mengonsumsi banyak kopi bisa menyebabkan berkurangnya retensi kalsium dalam tubuh. Namun, ini tetap harus di bawah pengawasan ahli karena sesuatu yang berlebihan tidak baik. Jadi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk minum teh dan kopi jika Anda menderita hiperkalsemia.

2. Bayam

Kalsium juga ditemukan dalam banyak sayuran. Memang, bayam merupakan sayuran dengan kandungan kalsium yang tinggi. Satu porsi 100 gram bayam mengandung sekitar 136 miligram (mg) kalsium. Jelas asupan harus dibatasi atau dijauhi oleh individu dengan hiperkalsemia.

Duduk santai saja, ada berbagai jenis sayuran yang lebih aman, misalnya pakcoy. Dirinci oleh Livestrong, satu porsi sayur pakcoy memiliki kandungan kalsium di bawah 100 mg, yakni sekitar 40 mg.

Baca Juga:  Akibat Bau Mulut yang Tak Kunjung Pergi dari Hidup Anda

3. Kacang kedelai

Seperti yang dilansir dari laman Healthline, kedelai merupakan salah satu jenis tanaman polong-polongan yang memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi di dalamnya. Kedelai biasanya kaya akan kalsium, dan porsi 100 gram mengandung 100 mg kalsium.

Oleh karena itu, hindari dan batasi juga kacang kedelai. Sebagai pilihan lain yang lebih aman, ada berbagai jenis kacang-kacangan dengan kandungan kalsium di bawah 100 mg. Diantaranya adalah kacang tanah dan kemiri yang dinilai mengandung 92 mg kalsium. Meskipun demikian, ingatlah untuk tidak terbawa suasana.

4. Ikan sarden

Dirinci oleh WebMD, ikan sarden memiliki kandungan kalsium yang tinggi dan tulangnya paling tinggi kandungan kalsiumnya. Ikan sarden yang dimakan dengan tulangnya merupakan sumber kalsium yang baik. Namun, penggunaannya harus dihindari oleh penderita hiperkalsemia. Hal ini karena kandungan kalsium dalam 100 gram ikan sarden bisa mencapai 382 mg. Luar biasa tinggi, bukan?

Tenang saja, ada berbagai jenis ikan yang bisa dikonsumsi oleh penderita hiperkalsemia, misalnya ikan kembung. Kandungan kalsium pada ikan kembung termasuk rendah yaitu 16 mg dalam 100 gram.

5. Oatmeal

Mengutip The Solid, seporsi secangkir sereal kering mengandung sekitar 200 mg kalsium. Jika Anda biasa menyantapnya saat sarapan, Anda bisa menggantinya dengan kentang rebus. Kandungan kalsium kentang rebus hanya 63 mg.

Bukan berarti individu dengan hiperkalsemia tidak boleh memoles sumber makanan atau minuman yang mengandung kalsium, namun asupannya harus dibatasi.

Perubahan gaya hidup yang paling tepat bagi penderita hiperkalsemia adalah mengontrol asupan makanannya. Kelima makanan tinggi kalsium di atas sebaiknya dijauhi atau dibatasi agar kondisinya tidak memburuk dan menimbulkan komplikasi yang serius.

 

Leave a Comment