4 Pola Pikir Keuangan yang Salah Arah

4 Pola Pikir Keuangan yang Salah Arah

Fikrirasy.id – 4 Pola Pikir Keuangan yang Salah Arah. Sudah menyisihkan penghasilan bulanan untuk ditabung, ditabung, dan juga investasi tapi rasakan kok tabungannya tidak bertambah signifikan. Ditambah lagi tujuan keuangan yang sudah ditentukan di awal tahun masih sangat jauh dari kondisi keuangan kamu saat ini. Jika kamu mengalami hal ini, coba introspeksi diri dan lihat kembali, jangan sampai kita semua salah mindset tentang keuangan.

Seorang pengusaha legendaris John Jacob Astor pernah berkata, “Kekayaan adalah hasil dari kebiasaan”. Artinya, hal-hal kecil yang kamu lakukan dalam hidup akan berdampak pada kesuksesan jangka panjang, termasuk pola pikir finansial yang terkadang kamu anggap enteng, namun sebenarnya bisa menentukan kesuksesan finansial kamu di masa depan.

4 Pola Pikir Keuangan yang Salah Arah

Sebelum terlalu lama, mari kenali beberapa pola pikir keuangan yang salah berikut ini:

Mengikuti tren

Coba evaluasi keuangan kamu, mungkin selama ini kamu memiliki pola pikir yang latah atau sekarang dikenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out). Pola pikir ini biasanya mendorong kamu untuk melakukan hal-hal yang dilakukan banyak teman di sekitar kamu atau bahkan apa yang kamu lihat di media sosial. Misalnya teman kamu saat ini sedang sangat gencar bermain saham, melihat itu kamu juga bermain saham tanpa mempelajari dan mencari tahu terlebih dahulu tentang saham atau apakah saham sesuai dengan tujuan keuangan kamu. Kalau sudah begini, biasanya bukan untung, tapi stagnasi.

Tidak hanya itu, FOMO juga dapat memasukkan gaya hidup yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi keuangan kita. Ini seperti ketika semua teman di lingkungan kamu memiliki ponsel terbaru, kemudian kamu akhirnya membeli ponsel baru meskipun kamu tidak terlalu membutuhkannya. Jika kamu serius ingin mencapai target keuangan kamu, lebih baik menabung lebih banyak dan belanjakan sesuai kebutuhan agar target keuangan kamu bisa segera tercapai. Coba evaluasi lagi apakah kamu termasuk dalam kategori orang yang memiliki pola pikir ini?

Mengesampingkan kepentingan jangka panjang demi kebutuhan sesaat

Mungkin banyak dari kamu yang masih memiliki pola pikir finansial seperti ini, dimana kamu lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan sementara yang biasanya bersifat tersier daripada berpikir lebih jauh untuk mencapai tujuan jangka panjang. Ini seperti membeli pakaian kontemporer ketika kamu masih memiliki banyak pakaian di lemari kamu. Atau mencicil gadget terbaru, padahal tidak membutuhkan karena masih ada gadget lama.

Untuk bisa mencapai tujuan finansial memang ada beberapa hal yang harus dikorbankan, salah satunya adalah kepuasan sesaat. Untuk menghindarinya, ada baiknya kamu berpikir 2-3 kali sebelum membeli sesuatu. Selain itu, kamu juga bisa memprioritaskan kebutuhan kamu, mana yang benar-benar dibutuhkan saat ini dan mana yang masih bisa ditunda, atau mana yang bisa memberikan manfaat jangka panjang dan mana yang tidak. Dengan begitu, kamu bisa memilah kebutuhan dan lebih bijak dalam pengeluaran.

Baca Juga:  Kementerian BUMN Mulai Hitung Aset Batubara PLN, Bubar

Meremehkan jumlah kecil

Salah satu pola pikir yang sering terjadi adalah meremehkan hal-hal atau dalam jumlah kecil, seperti membeli snack sore atau bahkan biaya admin saat melakukan transfer ke bank lain. Walaupun nominalnya terlihat kecil, namun jika sering dilakukan juga akan berdampak besar pada keuangan kamu secara keseluruhan. Misalnya, biaya admin untuk transfer bank adalah Rp 6.500 untuk setiap transfer. Dengan frekuensi transfer 10 kali dalam sebulan, maka kamu telah mengeluarkan dana sebesar Rp 65.000. Bayangkan jika kamu melakukan ini selama setahun penuh, maka kamu telah menghabiskan hampir 1 juta hanya untuk membayar biaya transfer admin. Begitu juga dengan pengeluaran jajanan dan es kopi yang kamu beli setiap hari.

Untuk menghindarinya, kamu bisa mulai mencatat laporan pengeluaran harian secara rutin dan detail. Jika kamu melakukan transfer yang dikenakan biaya admin, maka tuliskan biaya admin tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mengevaluasi kebocoran kecil yang ada. Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan layanan atau aplikasi digital yang dapat membantu kamu lebih berhemat, salah satunya adalah fitur Transfer ShopeePay yang memungkinkan kamu melakukan transfer ke berbagai bank atau sesama pengguna ShopeePay tanpa biaya admin. Jadi bisa hemat, kan?

Takut Mengakui Kesalahan dan Belajar

Seorang pengusaha dan penulis Amerika bernama Robert Kiyosaki pernah berkata, “Membuat kesalahan tidak cukup untuk menjadi hebat. kamu juga harus mengakui kesalahan itu dan kemudian belajar bagaimana mengubah kesalahan itu menjadi keuntungan.” Beberapa dari kamu mungkin sudah menyadari beberapa kesalahan pola pikir finansial di atas, namun masih ragu atau ingin mengubahnya. Bisa jadi karena tidak tahu harus mulai dari mana, merasa takut untuk keluar dari zona nyaman, atau alasan lainnya.

Bagi orang-orang sukses di luar sana, belajar dari kesalahan adalah pekerjaan rumah seumur hidup yang terus dikerjakan melalui jutaan pasang surut yang tak terhitung jumlahnya dan berbagai perbaikan di sepanjang jalan. Melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dan jangan sampai kesalahan menjadi penghalang bagi kita untuk tidak melakukan sesuatu sama sekali. Itulah empat pola pikir salah tentang keuangan yang sering dialami banyak orang. Setelah mengetahui hal ini, evaluasi diri kamu dan jangan takut untuk belajar dari kesalahan kamu.

Leave a Comment