Gus Muhaimin: Hentikan Kekerasan Terhadap Hewan

Informasi Negara – Kekerasan terhadap hewan di Indonesia cukup tinggi. Menurut data dari Asia For Animals Coalition, Indonesia menempati peringkat 1 dunia untuk mengunggah konten kekejaman terhadap hewan paling banyak di media sosial. Dari 5.480 konten yang dikumpulkan, 1.626 konten penyiksaan dikumpulkan dari wilayah Indonesia. Sebagai tanggapan, Abdul Muhaimin Iskandar, wakil ketua DPR RI, menyerukan tidak ada lagi kekerasan atau penyiksaan terhadap hewan.

“Di Indonesia, kasus kekejaman terhadap hewan masih sering terjadi. Kami menyerukan kepada pemerintah untuk segera melakukan tindakan represif terhadap pelaku kekerasan dan penyiksaan terhadap hewan berbahaya,” kata Gus, sapaan akrab Gus, seusai menerima sambutan dari Perhimpunan Pecinta Hewan Bersatu di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1). kata Muhaimin. Desember 2021.

Gus Muhaimin juga mengatakan maraknya kasus kekejaman terhadap hewan di Indonesia akhir-akhir ini perlu mendapat perhatian khusus. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekejaman terhadap hewan erat kaitannya dengan kejahatan, termasuk kekerasan terhadap manusia.

“Biasanya orang yang melakukan kekerasan terhadap hewan itu berbahaya,” katanya. Oleh karena itu, kita perlu mengambil tindakan segera untuk melindungi hewan agar tidak terjadi kekerasan atau penyiksaan.”

Politisi dari Gereja Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian serius pada aspek perlindungan satwa liar dan hewan peliharaan. Perlu diingat bahwa kesejahteraan hewan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

“Kedua, kita perlu menempatkan anggaran pada pemerintah sehingga dapat mencegah kekejaman terhadap hewan dan penyiksaan. Misalnya, ada anggaran kesuburan untuk kucing liar,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi menyerukan diakhirinya perang ketika Rusia menginvasi Ukraina: penderitaan bagi kemanusiaan dan dunia

Menurutnya, sterilisasi kucing liar harus dilakukan secara rutin untuk mengendalikan populasi kucing tak bertuan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Ia mengatakan, “Disinfeksi ini adalah sesuatu yang dapat dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat setempat, dan tidak dapat dilakukan sendiri.” Perbaikan regulasi juga diperlukan untuk mengakhiri kekejaman terhadap hewan.

Peraturan perlindungan hewan ini dapat ditingkatkan baik dalam peraturan pemerintah maupun peraturan daerah. Ia mengatakan, “Kami memastikan bahwa tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap hewan, seperti pembunuhan anjing atau jual beli daging anjing, dapat segera ditangani. Ini bukan hanya penyiksaan, tetapi juga mengancam kesehatan dan transportasi rabies di negara kita. .” dikatakan.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Gus Muhaimin: Hentikan Kekerasan Terhadap Hewan

Dari Situs Fikrirasy ID