BRIN: 2.417,2 hektar lahan rusak akibat bencana Semeru

Jakarta (ANTARA) – Pj Direktur Pusat Penelitian Terapan Penginderaan Jauh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rokhis Khomarudin melaporkan bencana Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berdampak pada lahan seluas 2.417,2 hektare. melalui citra satelit

Ini memulai aliran lava baru dari aktivitas vulkanik di Gunung Semeru, yang tercatat memiliki lebar 110 m dan panjang 710 m, menurut citra satelit United States Geological Survey (USGS).

“Ada perubahan di puncak Gunung Semeru. aliran lava baru Atau aliran lahar baru,” kata Rokhis dalam konferensi pers yang dihadiri secara online di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Bagian PUPR Sambungkan Kembali Jembatan Besuk Kobo’an.

Rokhis memaparkan rincian 909,8 hektar hutan, 764,5 hektar lahan publik, 243,1 hektar hutan sekunder, 161,5 hektar lahan pertanian, 161,2 hektar ladang/sawah, 77,9 hektar hutan tanaman, dan 77,9 hektar kerusakan lahan. ,8 hektar, 20,9 hektar semak/semak, 10,4 hektar air.

Dari data beberapa citra satelit yang digunakan untuk membandingkan dengan situasi saat ini, Rokhis mengatakan wilayah yang terkena awan panas dan longsor di Gunung Semeru tampak sangat jelas.

Diperkirakan 43 bangunan terkena dampak langsung awan panas dan longsoran Gunung Semeru.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau perubahan morfologi Kawah Gunung Semeru, masyarakat sekitar kawasan Gunung Semeru, untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak gempa susulan.

Selain itu, semua tim yang bekerja di lokasi untuk pencarian, evakuasi, pembersihan, dan kegiatan tanggap darurat lainnya harus tetap waspada setiap saat dan terus memantau informasi dari Observatorium Semeru atau Badan Geologi.

Sebelumnya tentang dampak awan panas dan jatuhnya Gunung Semeru, Komandan Tanggap Darurat Kolonel Danrem 083/Baladhika Jaya Irwan Subekti melaporkan, sebanyak 45 orang tewas hingga hari ketujuh pencarian bencana. telah terjadi.

Baca Juga:  Saksikan pesta kembang api yang meriah di Dubai Expo 2020.

BACA JUGA: Pakar Unpad Jelaskan Banjir Lahar Saat Erupsi Semeru Dipengaruhi Cuaca

Baca juga: Mobil pengangkut BBM tertarik banjir lahar dingin Gunung Semeru.

“Total 45 orang meninggal pada hari ketujuh. Jadi hari ini ada dua korban lagi di Desa Renteng,” kata Irwan.

Irwan kini melaporkan bahwa 9 warga hilang telah dilaporkan, 19 luka berat dan 19 luka ringan.

Sementara itu, data Gugus Tugas Tanggap Darurat dampak awan panas dan Air Terjun Gunung Semeru mencatat ada 6.573 orang mengungsi dan 2.970 rumah rusak.

Sebanyak 33 fasilitas umum rusak. Salah satu yang terparah adalah rusaknya Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan sebagian Kabupaten Lumajang dengan Malang.

Reporter: Devi Nindi Sari Ramadhan
Redaktur: Endang Sukarelawati
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Terimakasih Ya sudah membaca artikel BRIN: 2.417,2 hektar lahan rusak akibat bencana Semeru

Dari Situs Fikrirasy ID