Bekerjasama dengan BNPT, BNN dan KPK untuk menangani kejahatan khusus di Indonesia

Bekerjasama dengan BNPT, BNN dan KPK untuk menangani kejahatan khusus di Indonesia
Webinar Sinergi Anti Narkoba, Korupsi dan Terorisme untuk Pengembangan SDM Unggul di Era VUCA Diselenggarakan di Polda Bali (24/11). Foto: BNPT

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membantu penuntutan kejahatan khusus yang dilakukan di Indonesia.

Presiden BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan sinergi BNPT, BNN dan KPK harus memperkuat sendi-sendi negara dari korupsi moral, terutama pada generasi muda Indonesia. Hal itu disampaikannya pada Rabu (24/11) di Polda Bali dalam webinar sinergi narkoba, korupsi dan terorisme untuk pengembangan SDM unggul di era VUCA.

"Melalui upaya bersama ini, potensi ancaman dari ketiga kejahatan tersebut akan terhapus dengan baik. Kerjasama dengan masyarakat luas ini juga berjalan beriringan dengan musuh bangsa," kata Boy dalam siaran persnya, Rabu (24/11).

Menurutnya, terorisme, narkoba, dan korupsi merupakan kejahatan transnasional dan terorganisir yang dapat merusak pembangunan Indonesia. Ketiganya dihubungkan bersama untuk mendukung kejahatan yang lebih besar.

BNPT Gandeng BNN dan KPK Tangani Tindak Pidana Khusus di Indonesia (1)
Ilustrasi menetralisir teroris. FOTO: FOTO ANTARA

"Misalnya terorisme narkoba Dengan kata lain, aksi terorisme dibiayai melalui peredaran gelap narkoba. tidak hanya di Indonesia terorisme narkoba Hal ini juga sering terjadi di negara lain, memajukan keberadaan kelompok teroris dalam dan luar negeri," dia menjelaskan

Boy mengatakan kemajuan teknologi telah berkontribusi pada peningkatan aktivitas teroris. Radikalisasi, rekrutmen dan pendanaan terorisme dapat dilakukan melalui Internet. Fenomena ini menghasilkan aktor tunggal atau serigala tunggal Dalam aksi teror seperti yang terjadi di Mabes Polri pada awal tahun 2021.

Baca Juga:  Luhut Ajak Masyarakat Batasi Mobilitas, Kantor Berlakukan WFH

"Kelompok radikal sangat paham tentang media sosial dan terorganisir karena didukung oleh sumber dana yang besar dan menggunakan uang itu untuk melakukan radikalisasi dan terorisme." dia berkata

Jenderal bintang tiga itu mengatakan radikalisme dan terorisme bisa datang dari mana saja, termasuk lembaga negara, lembaga pendidikan bahkan kelompok agama.

Menurutnya, untuk menciptakan penangkal radikalisme dan terorisme, perlu penguatan nilai-nilai kebangsaan yang didukung oleh pemerintah dan masyarakat.

Webinar tersebut juga dihadiri Komisioner Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri, Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Pol Putu Jayan Danu. Putra.

Terimakasih Ya sudah membaca artikel Bekerjasama dengan BNPT, BNN dan KPK untuk menangani kejahatan khusus di Indonesia

Dari Situs Fikrirasy ID