Kenali Lebih Jauh Mengenai Mobil Listrik dan Manfaatnya Bagi Kelestarian bumi

Fikrirasy.id – Penggunaan mobil listrik saat ini, khususnya di Indonesia memang masih tergolong rendah. Padahal jika kita lihat lingkungan sekitar, jumlah polusi saat ini semakin meningkat. Hal ini terjadi karena salah satu faktor yang tidak lain adalah penggunaan mobil atau kendaraan berbahan bakar konvensional masih terus meningkat.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi polusi yang semakin menjadi yaitu dengan beralih ke mobil listrik mulai dari sekarang. Pemilihan kendaraan ini lebih terkontrol daripada kendaraan konvensional yang sampai detik ini masih terus berlalu lalang, khususnya di Ibu Kota.

Selain itu, adanya penggunaan mobil listrik secara umum, ternyata dapat menuai banyak manfaat. Ketiadaan Emisi adalah salah satu manfaat yang bisa kita petik dari penggunaan mobil listrik satu ini. Sehingga, mampu menurunkan dampak pemanasan global yang kian menjadi di Indonesia.

Pengertian mobil listrik

Mobil listrik merupakan sebuah kendaraan yang dapat bergerak dengan sistem teknologi motor akibat dari pemanfaatan sumber daya listrik dari Baterai. Ketika daya baterai habis, kita bisa melakukan pengisian ulang agar bisa berguna kembali sebagai daya pemicu teknologi gerak.

Kendaraan yang dapat bergerak dengan dukungan baterai satu ini pertama kali diciptakan pada tahun 1880 an, yang selanjutnya sempat populer di era abad ke 19 dan di awal abad ke 20. Hanya saja, penggunaannya saat ini sudah menurun dan tergantikan oleh mobil berbahan dasar konvensional.

Sejarah Perkembangan Mobil Listrik

Tercetusnya mobil listrik dapat ditelusuri kembali ke abad ke-18, yaitu ketika berbagai ilmuwan dari Hungaria, Amerika Serikat, dan Belanda sedang mengerjakan mekanisme kendaraan bertenaga baterai.

Belakangan abad itu, para ilmuwan mengembangkan mobil listrik, tetapi produksinya dibatasi.

Segera setelah itu, yakni pada tahun 1832, seorang Inggris bernama Robert Anderson tiba dengan tujuan pengembangan terhadap mobil tersebut.

Ia datang membawa ide cemerlang untuk mengembangkan kendaraan beroda tiga dengan pemicu gerak menggunakan daya baterai listrik. Hingga pada akhirnya, temuannya itu di catat sebagi penemuan pertama mobil Listrik.

Mobil listrik dengan kapasitas tempat duduk hingga enam penumpang selanjutnya dikembangkan sekitar akhir abad ke-18, berkat adanya kemajuan teknologi. Pada saat itu, kecepatan tertinggi mobil tersebut hanya 22 km/jam, dan mobil listrik pertama ini ditemukan oleh William Morrison.

Di New York, mobil ini mulai dikenal dan pernah menjadi angkutan umum berjenis taksi. Setidaknya 60 mobil berbahan bakar listrik ini tercatat beroperasi di New York pada masa itu.

Sementara itu pada era 1898 lalu, Mobil Hybrid yang mengandalkan bahan bakar kombinasi listrik dan bensin pun tercipta. Ferdinand Porsche adalah penemu sekaligus orang yang memiliki peran utama dalam terciptanya mobil Hybrid satu ini.

Walaupun sebagian besar orang masih setia mengandalkan kereta kuda sebagai transportasi utama mereka, seperti yang tercantum di atas yakni di abad 19, mobil listrik menduduki tingkat popularitasnya.

Salah satu inovator paling terkenal, Thomas Alva Edison, sempat mengatakan bahwa mobil bertenaga listrik yang satu ini akan menjadi salah satu inovasi baru kendaraan masa depan. Dengan penuh percaya diri, dia bahkan berupaya melakukan pengembangan terhadap baterai untuk kendaraan tersebut.

Tujuan adanya pengembangan ini agar masa pakai baterai ini lebih lama dan dapat digunakan dalam kendaraan listrik komersial.

Pada tahun 1914, yang mana ketika mobil listrik mencapai puncaknya, Thomas mengadakan kerja sama dengan Henry Ford dengan tujuan merancang mobil listrik ciptaannya agar bisa dia distribusikan dengan harga yang relatif rendah.

Sayangnya, mobil listrik pertama tak bisa bertahan di masa kejayaannya. Justru berbanding terbalik yakni mobil berbahan dasar bensin hasil inovator Henry Ford lebih mengundang minat banyak masyarakat. Faktor utama penyebabnya tidak lain adalah harga yang mana 100:50-. Harga mobil bensin ini dijual seharga 50% dari harga mobil listrik.

Karena ekonomi masyarakat kala itu tak cukup untuk membeli mobil listrik, akhirnya masa kejayaannya pun lenyap begitu saja, tergantikan oleh mobil berbahan dasar fosil yang bertahan sampai hari ini.

Karena masa kejayaannya telah usai, sejumlah marketing pun kala itu mengesampingkan mobil listrik. Namun, bukan berarti mobil berbahan dasar listrik ini tak menemui masa kejayaannya lagi. Ada waktu yang membuatnya kembali diminati masyarakat.

Ketika mobil listrik hadir dengan gaya baru dengan desain yang lebih menawan, banyak masyarakat kembali menggunakan kendaraan satu ini. Hanya saja, hal ini terjadi setelah puluhan tahun mobil listrik mulai ditinggalkan.

Meskipun demikian, kini penggunaan terhadap mobil bertenaga listrik makin menjamur karena adanya inovasi jenis baru seperti halnya sedan dan SUV.

Perbandingan mobil listrik dengan mobil biasa

Tak banyak yang tahu bahwa perbandingan mobil listrik dengan mobil biasa ini sangat jauh berbeda. Oleh karena itu, saya akan mengajak anda memahami beberapa perbedaan dari kedua jenis kendaraan tersebut. Jadi, silahkan simak uraian berikut:

Harga

Bicara soal harga, maka satu contoh mobil listrik yang saya pilih adalah NISSAN Kicks e-power. Ini merupakan mobil listrik tanpa Charge yang mana lebih irit bahan bakar daripada mobil konvensional. Di Indonesia, mobil ini di jual mulai Rp428.000.000 dengan pilihan warna putih 2 tone, merah 2 tone serta hitam. Dengan anggaran budget tersebut, kamu bisa segera membawa pulang mobil listrik yang hemat bahan bakar tanpa Charge.

Ketika kita beralih dan membandingkan-nya dengan harga mobil Honda Brio S M/T yang cenderung menggunakan bahan bakar BBM, perbedaannya jauh signifikan. Terutama dari sisi harga, yang mana Brio S M/T ini di jual seharga Rp 151.000.000 menurut Momoto.id lewat halaman produknya.

Tentu saja perbedaan harga ini yang begitu fantastis ini terpengaruh pula oleh teknologi yang ikut mendukung kedua mobil tersebut. Sementara itu, jika kita sandingkan dengan Civic, tentu saja sangat jauh dari sisi design ataupun harga.

Bahan Bakar

Perbedaan selanjutnya dapat kita analisa dari bahan bakar atau sumber tenaga yang digunakan sebagai sistem penggerak kedua kendaraan tersebut. Ini akan sangat terlihat jelas, terlebih jika kamu memiliki salah satunya.

Mobil listrik, seperti namanya menggunakan bahan bakar berupa listrik yang tersimpan langsung pada baterai kendaraan tersebut. Sementara itu, jenis baterai dari masing-masing mobil tidak lah sama. Semuanya menyesuaikan spesifikasi mobil listrik itu sendiri.

Sedangkan bahan bakar untuk mobil biasa (Konvensional) ini berupa bensin yang 90% tersimpan pada tangki bahan bakar. Selain itu, penggerak mobil konvensional satu ini selalu mengandalkan fuel system untuk mengalirkan bahan bakar.

Sementara itu, untuk menemukan salah satu keunggulan bahan bakar dari keduanya, kita bisa melihatnya melalui harga bahan bakar dari kedua jenis kendaraan tersebut.

Biaya perawatan

Sementara itu, ketika bicara soal perawatan, mobil listrik lebih murah daripada mobil jenis konvensional yang mengandalkan kemampuan gerak dengan BBM.

Hal ini tidak begitu membuat orang heran, karena di satu sisi, mobil listrik tidak mengandalkan banyak komponen layaknya mobil konvensional pada umumnya.

Jarak dan waktu pengisian

Kebanyakan orang melakukan pengisian daya secara mandiri di rumah mereka. Sebagian besar orang juga mengandalkan stasiun pengisian yang tersedia saat ini. Ketika pengisian itu dilakukan sendiri di rumah, setidaknya butuh 17 jam sampai daya baterai benar-benar terisi penuh. Sementara itu, jika di isi langsung d stasiun, waktunya akan semakin singkat yakni 1 – 3 jam saja, sesuai jenis charge yang mereka gunakan.

Pada mobil listrik yang terisi daya bateri penuh, jarak tempuhnya hingga mencapai 837 Km dan tentu saja ini berlaku untuk jenis mobil listrik terjauh yakni Lucid Air Dream R AWD (roda 19 inch).

Sekarang mari kita lihat perbandingannya dengan mobil konvensional!

Pertama kita akan membahas soal pengisian bahan bakar. Mobil konvensional cenderung lebih cepat, yakni membutuhkan waktu beberapa kenis saya sampai bahan bakar terisi penuh.

Sementara itu, mobil dalam keadaan normal dan terisi bahan bakar penuh bisa mencapai jarak tempuh 21 Km / 1 liter BBM, dan ini berlaku untuk jenis Honda Brio. Hal ini artinya mobil brio tidak menghabiskan banyak bahan bakar untuk menempuh jarak yang begitu jauh.

Manfaatnya dalam menjaga bumi

Tidak bisa kita sangkal lagi bahwa mobil yang memanfaatkan bensin sebagai bahan dasar utama akan menghasilkan suatu emisi. Secara umum, emisi tersebut berupa Gas CO2 dan bahkan CO yang menjadi faktor perusak lingkungan. Lebih parahnya lagi, emisi tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia.

Mengingat banyaknya jumlah kendaraan berbahan bakar bensin semakin merajai di jalanan, keadaan yang buruk terus menjadi. Hal ini perlu kita cegah bersama dengan menambah urgensi untuk memilih alternatif lain yang tentunya lebih ramah terhadap lingkungan dan kesehatan bumi, Mobil Listrik misalnya.

Daripada memilih kendaraan yang menghasilkan asap ke udara seperti mobil berbahan bakar bensin misalnya, penggunaan mobil listrik justru lebih ideal. Terutama untuk mengurangi jumlah polusi yang saat ini masih tergolong tinggi.

Baca Juga:  Curah hujan di Indonesia diperkirakan akan meningkat selama 9 hari

Terlepas dari itu semua, ketika kita memilih menggunakan kendaraan yang mengandalkan bahan bakar listrik, tentu saja secara langsung kita telah mengurangi pencemaran udara yang buruk, seperti 4,6 metrik ton Gas rumah kaca misalnya.

Keseimbangan gas rumah kaca ini tentu saja penting untuk udara dan juga suhu, bahkan dapat pula mengurangi bencana yang selalu datang kapan saja. Oleh karena itu, memilih mobil listrik sangat penting. Terutama untuk menjaga bumi agar tetap sehat dan bebas polusi.

Secara umum, manfaat yang bisa kita petik ketika memilih kendaraan berbahan dasar listrik adalah untuk menurunkan dampak efek rumah kaca yang kini semakin tidak terkontrol.

Empat jenis mobil listrik

Seiring terjadinya perubahan teknologi yang semakin canggih, jenis mobil listrik ini hadir dengan desain baru yang bisa memberi pilihan terbaik bagi setiap calon penggunanya. Bakan banyak istilah yang sering dikaitkan dengan semua jenis mobil tersebut, menurut informasi dari Nissan. BEV, PHEV, FCEB dan Hev adalah jenis istilah yang selalu menyertai ragam jenis mobil istimewa tersebut.

Sementara itu jika kita bicara tentang prinsip kerja, tentu saja cara yang dimilikinya tidak lah sama. Misalnya seperti beberapa jenis mobil berbahan bakar listrik yang sudah saya sebutkan di bawah ini:

Battery electric vehicle

Battery Electric Vehicle berjenis BEV ini sering kali dikenal dengan sebutan All-Electric Vehicle (AEV) yaitu kendaraan yang dapat bergerak dengan sepenuhnya memanfaatkan baterai sebagai sumber utama daya listrik. Jenis mobil satu ini telah di dukung oleh mesin pembakaran seperti ICE.

Ketika daya baterai sebagai sumber utama sistem gerak telah habis, setiap pengguna dapat mengambil tindakan dalam bentuk pengisian ulang. Caranya pun cukup sederhana, yaitu dengan menghubungkannya langsung ke jaringan listrik eksternal.

Sementara itu, komponen utama yang menjadi pendukung mobil Battery Electric Vehicle berjenis BEV ini mencakup: Battery, Electric motor, Drive train, Inverter dan Control module (controller).

Hybrid electric vehicle

Hybrid electric vehicle sering kali mendapat julukan sebagai mobil pararel hybrid dan masuk dalam daftar HEV. Sistem gerak yang menjadi pendukung utama jenis mobil satu ini adalah ICE sebagai mesin pembakar dan motor traksi.

Sementara itu ICE yang berperan sebagai sistem gerak ini menerima energi dari bahan bakar berupa BBM. Prinsip kerjanya yaitu motor akan menerima aliran listrik dari tenaga baterai, selanjutnya antara mesin bensin dan motor akan memutar transmisi yang mengahasilkan gerak terhadap roda. Uniknya, keduanya dapat berjalan secara bersamaan karena saling berkaitan.

Yang membedakan antara mobil listrik jenis HEV dengan jenis lainnya seperti PHEV dan BEV ini dapat dilihat dari sumber tenaga baterai yang digunakannya. Pada jenis HEV, daya listrik ini akan terisi ketika terjadi perputaran pada mesin. Misalnya gerak roda atau bahkan bisa karena terjadi kombinasi dari keduanya.

Perbedaan lain yang jauh signifikan pada mobil jenis HEV dapat kita lihat pada Charging, yang mana HEV tidak memiliki port untuk itu semua. Akibatnya ketika baterai habis, pengguna tidak perlu mengambil tindakan pengisian ulang layaknya mobil jenis pertama di atas yakni Battery electric vehicle.

Plug-in hybrid electric vehicle

Plug-in Hybrid Electric Vehicle ini masuk pada kategori PHEV. Jenis mobil ini akan beroperasi dengan mengandalkan kombinasi antara energi baterai dan juga bahan bakar sebagai sumber tenaga utamanya.

Ketika kita mengamatinya secara sekilas, mobil satu ini memang tanpak mirip seperti HEV. Namun tetap saja kedunya tidak lah sama, terutama jenis PHEV yang mana terdapat satu komponen krusial.

Misalnya ketika kita melihanya dari sisi bahan bakar pada kedua jenis mobil tersebut. Pada HEV, ketika kehabisan bahan bakar, mobil jenis ini dapat diisi ulang melalui bahan bakar mobil itu sendiri. Sementara itu untuk jenis PHEV dapat di isi dengan memanfaatkan Charge dan hal ini sama seperti Bev.

Tak hanya itu saja yang membuatnya mobil jenis PHEV ini terlihat lebih canggih. Mobil listrik jenis PHEV ini juga memiliki sumber energi yang dapat kita gunakan layaknya genset untuk membantu asupan listrik di rumah.

Dengan adanya dukungan sumber energi yang menyerupai genset tersebut, tentu saja mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle lebih bermanfaat, terutama untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang bisa terjadi kapan saja.

Fuel cell electric vehicle

Jenis mobil listrik yang terakhir adalah Fuel cell electric vehicle atau bisa disebut pula dengan FCEV. Ini adalah mobil yang benar-benar berbeda dari ketiga jenis mobil listrik di atas. Jika tiga mobil di atas menggunakan sumber energi dari bahan bakar dan listrik, Fuel cell electric vehicle justru tidak menggunakan kedua sumber energi tersebut. Tetapi justru mengandalkan hidrogen sebagai sumber energi utamanya.

Pemanfaatan sumber energi pada mobil satu ini disebut dengan Cell yang mana akan terjadi reaksi kimia antara hidrogen dan juga oksigen. Hasil dari reaksi kimia tersebut kemudian menghasilkan listrik yang kini dapat berguna sebagai sumber energi pemicu gerak mobil Fuel cell electric vehicle. Tak tanggung-tanggung, tegangan yang dihasilkan sangat kuat, sehingga bisa membuat mobil jenis ini sanggup untuk dioperasikan.

Fuel cell electric vehicle merupakan salah satu mobil listrik inovasi terbaru dan masih jarang kita temukan, khususnya di Indonesia. Di tambah, sejumlah besar brand ternama juga masih tergolong minim untuk mendistribusikan mobil jenis satu ini.Tetapi bukan berarti mobil ini tidak dapat menemui masa kejayaannya. Mungkin butuh waktu lebih agar mobil jenis FCEV ini menemui titik perkembangannya.

Merk mobil listrik di Indonesia

Setelah mengenal 4 jenis mobil listrik di atas, apakah kamu punya rencana untuk beralih menggunakan mobil Listrik dan meninggalkan mobil konvensional? Jika demikian, pahami merek mobil listrik yang saat ini sudah beredar di Indonesia brikut ini:

BMW i3

Kenali Lebih Jauh Mengenai Mobil Listrik dan Manfaatnya Bagi Kelestarian bumi

Mobil listrik BMW i3 satu ini adalah inovasi pertama dari Frankurt motor Show 2011 dan telah mulai di produksi 2 tahun setelahnya yakni pada 2013 lalu. Di Amerika serikat, mobil satu ini di jual seharga USD 42,275. Sementara itu di negara kita, kamu bisa membawa pulang mobil ini dengan harga kisaran Rp1,3 miliar.

Mahalnya mobil satu ini tentu tidak lepas dari desain yang selalu menawan dan tingkat peminatnya yang cenderung signifikan. Banyak orang yang tertarik dengan mobil dengan tampilan eropa satu ini, bagaimana dengan mu? Segera tentukan pilihan mu sekarang juga.

Hyundai Ioniq

Hyundai Ioniq - mobil listrik

mobil listik IONIQ Electric ini di rilis oleh Hyundai yang di dukung dengan adanya 2 tipe yakni antara prime dan Signature ini di jual seharga Rp723.000.000, dan kamu bisa mendapatkannya dari toko online Blibli atau di sourum mobil terdekat.

Yang menarik dari mobil listrik satu ini adalah bahwa terdapat Led pada DRL dan lampu utama yang terletak di bagian exterior. Semen pada bagian belakang, kamu bisa melihat adanya dukungan lampu utama yang dikombinasi dengan Led.

Hyundai Kona Electric

Hyundai Kona Electric

Mobil listrik yang dapat kamu temui selanjutnya di Indonesia yakni Hyundai Kona Electric yang bisa kamu beli seharga Rp742.000.000-. Ini merupakan jenis kendaraan terbaru yang selalu mengutamakan kesehatan lingkungan.

Jika kamu benar-benar ingin mencegah adanya dampak efek rumah kaca, maka mobil elektrik satu ini bisa menjadi solusi terbaik yang bisa kamu pilih sekarang juga. Dengan harga mulai Rp742.000.000 di atas, kamu sudah bisa membawa pulang Hyundai Kona Electric dalam kondisi baru.

Mitsubishi Outlander PHEV

Mitsubishi Outlander PHEV merupakan jenis mobil listrik pertama dari Mitsubishi yang hadir dengan gaya Hybrid dan di dukung dengan desain yang sangat dinamis seperti halnya dukungan dynamic shiled pada exterior depan. Memilih mobil Mitsubishi Outlander PHEV tentu saja sangat tepat, karena kamu bisa merasakan kemudahan lebih.

Dengan adanya tiga dukungan mode kendali termasuk: EV Drive Mode, Parallel Hybrid Mode dan Series Hybrid Mode membuatnya mobil listrik satu semakin mudah buat kamu kendalikan. Bicara masalah harga, kamu bisa membawa pulang dengan hanya menyerahkan uang sebesar Rp425.040.000-.

Kesimpulan

Setelah memahami semua jenis mobil listrik dan apa manfaatnya untuk diri kalian, apakah sekarang kamu berencana untuk beralih menggunakan mobil dengan inovasi terbaru yang lebih ramah lingkungan? Sebelum memutuskan, sebaiknya pertimbangakan dengan baik apa yang sudah menjadi rencana anda. Pikirkan kemudahan perjalanan anda untuk hari ini, dan bahkan pikirkan pula untuk masa depan yang lebih baik.

Demikian informasi yang bisa kamu baca dari Fikrirasy.id perihal mobil listrik. Nantikan update terbaru lainnya dari situs ini, sampai jumpa.