6 Tokoh Perempuan dan Pakar Kebencanaan dan Kesehatan Pusat Berita

Fikrirasy.ID.CO, Jakarta – Fikrirasy.ID adalah sosok perempuan dalam rangka Hari Ibu, Rabu, 22 Desember 2021. pakar Tampaknya memberikan informasi tentang peristiwa bencana, termasuk pandemi Covid-19 selama tahun 2021.

Para wanita ini berasal dari berbagai latar belakang, dari ahli geologi hingga ahli geologi. ahli paru Untuk mengatasi pandemi COVID-19. Berikut enam peneliti dan pakar wanita.

1. Dwikorita Karnawati

Dwikorita Karnawati adalah Kepala Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG) Indonesia yang sering membagikan informasi prakiraan cuaca Indonesia. Guru Besar Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana Di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia berbicara tentang hujan ekstrem di Jakarta pada Konferensi Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia dari 31 Oktober hingga 12 November.

Dalam pengumuman 2 November, Dr. Han, yang menerima gelar PhD dari University of Leeds di Inggris, menguraikan upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim pada hidrometeorologi ekstrem. Dwikorita mengatakan upaya tersebut penting dilakukan mengingat wilayah Indonesia menghadapi kompleksitas cuaca, iklim dan cuaca.

2. Andiani

Andiani adalah Direktur Pusat Mitigasi Bencana Vulkanik dan Geologi (PVMBG) Departemen Administrasi Geologi ESDM. Ia kerap memberikan informasi tentang potensi bahaya aktivitas gunung berapi.

Mantan Direktur Pusat Geologi Lingkungan Air Tanah (PATGTL) itu berbagi informasi tentang letusan Semeru pekan lalu dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati daerah yang tertutup awan panas longsoran vulkanik Jawa Timur. Dan yang terakhir adalah potensi bahaya yang dapat meningkatkan aktivitas Ausan di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara.

3. Hanik Humaida

Hanik Humadea, Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Geodisaster Yogyakarta (BPPTKG), juga berbagi informasi tentang kegiatan Merapi tahun ini. Dia melaporkan tentang munculnya gunung yang memuntahkan lava pijar pada Mei 2021.

Hanik juga mengumumkan pada Juni 2021 ketika gunung berapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan panas longsoran dengan jarak luncur 1.600 meter ke arah barat daya. Ini termasuk beberapa gempa bumi akibat aktivitas Gunung Merapi pada Agustus 2021.

4. Erma Julie Hastin

Erma Yulihastin, peneliti iklim di Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berulang kali mengungkapkan informasi terkait hujan dan banjir. Lulusan Ilmu Atmosfer dan Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menduga, sepasang pusaran besar dapat mempengaruhi peristiwa pra-banjir di Kota Batu, Jawa Timur, pada 4 November 2021.

Baca Juga:  Ada dua tsunami di bulan Desember dan banyak hal terjadi.

Ia juga beberapa kali memperingatkan ancaman banjir akibat hujan deras ekstrem di Jabodetabek. Oktober lalu, Erma menjelaskan, tim peneliti meteorologi BRIN menemukan pola angin terkait banjir di Jakarta dan sekitarnya pada awal musim hujan. Contoh terbaru untuk tahun 2020 dan 2021 adalah banjir akibat hujan deras pada dini hari antara pukul 01.00-04.00 WIB.

5. Kota Nadia Tarmidy

Siti Nadia Tarmizi yang kerap mengatasnamakan Kementerian Kesehatan melaporkan kejadian terkini pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, khususnya vaksinasi. Lulusan Pelatihan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu terakhir menjelaskan awal Desember lalu bahwa vaksinasi COVID-19 di Indonesia melambat. Jumlah kasus baru dinilai semakin terkendali.

Direktur Departemen Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Kementerian Kesehatan mengatakan penurunan jumlah orang yang divaksinasi karena masyarakat tidak lagi terburu-buru untuk divaksinasi. Dia mengatakan mereka cenderung menunggu atau memilih jenis vaksin tertentu.

6. Earl atau Verhan

Erlina Burhan adalah dokter spesialis paru di RS Persahabatan yang sering memberikan pelatihan terkait penanganan wabah Covid-19. Erlina yang juga peneliti Ilmu Pernapasan FKUI meminta pemerintah mengenali virus lebih dulu sebelum kasus Covid-19 di Indonesia.

Ia juga berpartisipasi dalam uji klinis pengobatan sel punca mesenkim pada tali pusat (stem cell) pasien COVID-19. Erlina menjelaskan, sel punca yang diberikan melalui infus, menempel di kapiler paru atau beredar secara sistemik ke organ lain yang rusak. Harapannya, sel punca ini dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien COVID-19 dengan tingkat keparahan dan keparahan apa pun.

Untuk membaca:
Hari Ibu 2021, wanita studi BRIN membawa anak berusia 1 bulan ke studi lapangan

selalu memperbarui memperbarui. Mendengarkan berita terkini berita terpilih dari Fikrirasy.ID.co Di saluran Telegram kami “Pembaruan Fikrirasy.ID.co”. klik https://t.me/tempodotcoupdate Ikuti. Anda perlu melakukanInstall Aplikasi Telegram terlebih dahulu.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel 6 Tokoh Perempuan dan Pakar Kebencanaan dan Kesehatan Pusat Berita

Dari Situs Fikrirasy ID

Leave a Comment