5 Kebiasaan Ini Menyebabkan Demensia

fikrirasy.id – 5 Kebiasaan Ini Menyebabkan Demensia. Demensia adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kinerja otak terkait dengan memori. Sebagai aturan umum, penderita demensia juga mengalami penurunan daya ingat dan perspektif. Memang, mohon diperhatikan bahwa Alzheimer adalah salah satu kondisi demensia yang biasanya dialami oleh orang tua.

Meskipun tidak sama dengan demensia ringan, demensia dapat memiliki efek samping yang serupa. Ingatan yang terhambat, kebingungan, kesulitan menerapkan kata-kata yang tepat, terus-menerus mengulangi sesuatu, dan kesulitan melakukan hal-hal sederhana adalah rangkaian efek samping yang dialami oleh penderita demensia.

Menurut Wellbeing Direct Australia, demensia tidak hanya ditemukan pada orang tua. Faktanya, ada banyak kasus demensia yang juga menyerang mereka yang berusia 30 dan 40 tahun. Secara keseluruhan, apa saja kecenderungan yang dapat meningkatkan pertaruhan demensia? Yuk, simak artikelnya.

1. Malas berpikir

Oke, ini bukan lelucon. Orang yang lamban berpikir, dia akan memiliki risiko demensia dan penyusutan otak yang lebih tinggi. Dirinci oleh College of New South Ridges (UNSW Sydney), orang yang tidak terkait dengan aktivitas mental atau pikiran selama hidupnya, akan mengalami penyusutan otak berlipat ganda sesuai dengan usia.

Dengan demikian, penalaran yang lamban dan tidak pernah menggunakan otak dengan benar, dapat membuat seseorang mengembangkan demensia dan kerusakan otak di usia lanjut. Dr. Michael Valenzuela dari School of Psychiatry UNSW menjelaskan bahwa hippocampus kecil di otak besar merupakan faktor pertaruhan khusus untuk perkembangan Alzheimer, menjadi latihan khusus yang melibatkan jiwa dan pikiran akan menjaga suara organ.

2. Malas membaca dan menulis

Dengan asumsi pekerjaan atau aktivitas santai Anda sedang menulis, ini sempurna untuk mencegah demensia dini. Menurut laporan dari Better Maturing, sebuah ulasan yang diterbitkan dalam Nervous System Science menunjukkan wawasan tentang bagaimana menulis dan membaca (tidak peduli dengan pendidikan) dapat mencegah perkembangan demensia.

Komposisi dan pembacaan yang dinamis juga akan membuat otak bekerja secara optimal dan mengurangi risiko kelemahan awal. Jadi, jika menurut Anda otak yang kuat harus menjadi tua, luangkan waktu untuk menulis dan membaca tanpa terlibat dalam kehidupan Anda yang sibuk. Gerakan sederhana ini telah terbukti mampu menopang otak dan mengurangi risiko demensia.

Baca Juga:  Fake Smile Bisa Bikin Bahagia Benaran dan Ini Faktanya

3. Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang mungkin sangat sulit untuk dihentikan. Padahal, kecenderungan ini sudah dilakukan orang sejak ribuan tahun silam. Namun, merokok terbukti berdampak buruk bagi kesehatan, misalnya paru-paru, pembuluh darah, dan penyebab penyakit.

Saat ini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh situs Alzheimer’s General, ditemukan bahwa racun dalam asap tembakau menyebabkan peradangan dan ketegangan pada sinapsis dan keduanya terkait erat dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Jadi, tidak merokok adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan Anda.

4. Mengonsumsi daging secara berlebihan

Ada beberapa jenis makanan yang baik untuk kesehatan otak, antara lain ikan laut, buah-buahan, kacang-kacangan dan sayuran segar. Lalu, bukankah seharusnya ada yang dikatakan tentang daging merah? Studi observasional yang dipimpin oleh peneliti dan spesialis mengungkapkan bahwa mengonsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi meningkatkan risiko demensia dan Alzheimer.

Jelas kita diperbolehkan makan daging, namun dalam jumlah yang sempurna. Hal ini karena daging mengandung lebih banyak lemak dan kolesterol dibandingkan produk hewani lainnya, seperti ikan. Maka dari itu, konsumsilah daging dengan bijak dan jangan berlebihan.

5. Mengupil

Penasaran sepertinya tidak sah. Namun, berdasarkan penelitian yang diperkenalkan di situs Universitas Griffith, fakta baru diperoleh sehubungan dengan hubungan antara mengupil dan demensia. Perlu diketahui bahwa tidak mengupil dapat menyebabkan demensia atau alzheimer, namun mikroorganisme yang masuk melalui lubang hidung dapat masuk ke otak.

Organisme mikroskopis dari luar, misalnya jari-jari yang kotor, dapat masuk ke dalam pikiran melalui saraf penciuman. Jika mikroba sampai ke otak, beberapa kerusakan mungkin terjadi dan sebagian besar terkait dengan Alzheimer. Dengan cara ini, konsultasikan dengan master klinis tentang cara membersihkan hidung yang sederhana dan steril.

Melakukan kebiasaan di atas untuk waktu yang lama akan meningkatkan pertaruhan kerusakan pada otak. Kasus demensia, Alzheimer, dan kelemahan dini juga meningkat dari tahun ke tahun. Yuk, lakukan kebiasaan yang menopang pikiran kita!

Leave a Comment