Tingkatkan Konsumsi Tembakau, BPS: Dampak Tidak Langsung Terhadap Inflasi

Fikrirasy.ID.CO, Jakarta – Margo Yuwono, Kepala Badan Pusat Statistik pajak tembakau Tidak akan ada dampak langsung terhadap inflasi pada tahun 2022.

“Biasanya efeknya bertahap dan tidak berdampak langsung. inflasi “, kata Margo dalam konferensi pers virtual pada Senin, 3 Januari 2022.

dia berkata BPS Ini mensimulasikan kenaikan cukai tembakau. Hal ini berdampak kumulatif terhadap inflasi nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menetapkan rata-rata kenaikan tarif pajak konsumsi produk tembakau sebesar 12% pada tahun 2022. Besaran tarif tersebut sudah disepakati dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Namun, untuk kategori kretek linting, laju pertumbuhannya ditetapkan maksimal 4,5%. Kebijakan ini mempertimbangkan kondisi mulai dari konsumsi tembakau, lapangan kerja dan kontrol impor negara hingga distribusi tembakau ilegal.

Bea cukai rokok kretek mesin atau SKM I sebesar 13,9% menjadi Rp 985, sedangkan SKM IIA dan SKM IIB masing-masing naik 12,1% dan 14,3% menjadi Rp 600.

Selanjutnya, tarif rokok putih Mesin I dinaikkan 13,9% menjadi Rp1.065, serta SPM IIA dan SPM IIB menjadi Rp635, naik masing-masing 12,4% dan 14,4%.

Kategori kretek tangan atau SKT IA meningkat sebesar 3,5% menjadi Rp440, SKT IB sebesar 4,5% menjadi Rp345, SKT II sebesar 2,5% menjadi Rp205 dan SKT III sebesar 4,5% menjadi Rp. 115.

Sri Mulyani mengatakan pada Senin 13 Desember 2021 bahwa “ada perbedaan persentase yang cukup tinggi antara mereka yang menggunakan mesin dan mereka yang menggunakan tangan.”

Sri Mulyani mengatakan, penyesuaian tarif cukai rokok perlu diikuti dengan penyesuaian harga jual eceran minimum, yang menjadi pertimbangan di atas segalanya, agar penyesuaian tarif cukai rokok tidak melebihi batas 57% untuk HJE, khususnya jenis SKM dan SPM. Untuk varian SKT, harga transaksi pasar melebihi rata-rata harga jual eceran. Akibatnya, batas harga eceran minimum meningkat rata-rata 12%.

Baca Juga:  Gaji Direktur-Anggota Garuda Indonesia Dipotong 50%

hendarjo hangi

Untuk membaca: Jejak kaki didokumentasikan oleh mantan bos Bukalapak Rachmat Kaimuddin, sekarang menjadi penasihat Luhut.

Selalu up-to-date dengan informasi terbaru. Lihat berita terbaru Berita terpilih dari Fikrirasy.ID.co di saluran Telegram kami “Fikrirasy.ID.co Updates”. klik https://t.me/tempodotcoupdate Ikuti. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Tingkatkan Konsumsi Tembakau, BPS: Dampak Tidak Langsung Terhadap Inflasi

Dari Situs Fikrirasy ID