Kristal Bank Sentral dan Omicron mengaburkan pergerakan rupiah hari ini.

zawafos.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di bawah tekanan atas strain baru COVID-19 dan ketidakpastian atas keputusan bank sentral AS. Mengutip median suku bunga Bank Indonesia (BI), posisi Indonesia saat ini berada di level Rp14.384 per dolar AS.

Analis Keuangan Ariston Tjendra mengatakan: “Nilai tukar Rupiah mungkin masih berada di bawah tekanan hari ini karena sentimen pasar yang mengkhawatirkan terhadap Omicron dan kebijakan pengetatan AS.” zawafos.com, Selasa (21/12).

Ariston menjelaskan minat pasar pada aset berisiko terlalu cepat dan masih berada di bawah tekanan dari pelemahan indeks ekuitas global karena kekhawatiran pasar tentang penularan Omicron. Penutup di beberapa negara Eropa.

Selain itu, keputusan bank sentral AS, seperti kenaikan suku bunga The Fed, kenaikan suku bunga Bank Sentral Inggris, dan pengurangan pembelian aset oleh Bank Sentral Eropa, tampaknya masih menjadi faktor kontraksi beberapa bursa negara berkembang. Nilai tukar terhadap dolar AS.

Ariston mengatakan pengetatan akan berarti lebih sedikit likuiditas yang dapat menaikkan nilai tukar. “Rupiah masih bisa bearish hingga kisaran 14.430 dan mencari support di kisaran 14.370,” pungkasnya.

Editor: Nurul Adriana Salvia

Reporter: Romeis Vinekasri



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Kristal Bank Sentral dan Omicron mengaburkan pergerakan rupiah hari ini.

Dari Situs Fikrirasy ID

Baca Juga:  Kinerja BUMN membaik tapi perlu optimalisasi