Saatnya mengenalkan angka pada anak

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak anak usia dini yang sudah membutuhkan keterampilan berhitung dalam kehidupan sehari-harinya. Sejak bayi, anak-anak dapat menghitung setidaknya satu hingga lima untuk mengomunikasikan jumlah yang diinginkan, baik itu jumlah buah yang dimakan atau aksesori pakaian yang akan dikenakan.

Kemampuan numerik adalah salah satu kemampuan bertahan yang Anda butuhkan tanpa batas. Perdebatan berlanjut tentang bagaimana manusia purba harus mengetahui aritmatika. Beberapa orang tua berharap bisa membaca dan berhitung (calistung) pada usia lima tahun. Hal ini akan memudahkan persiapan anak memasuki sekolah dasar. Selain itu, anak-anak dapat berpartisipasi lebih percaya diri di kelas dengan mata pelajaran matematika.

Kemudahan ini mempercepat proses transfer pengetahuan antara guru dan anak. Calistung juga biasa diperkenalkan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Tingkat penerimaan anak di lembaga prasekolah adalah salah satu tujuan berikut: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4. Mendorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam pendidikan prasekolah dan mengembangkan keterampilan sosial. Bagi sebagian orang tua, kalitung menjadi indikator utama. Namun, dalam keterampilan sosial dan emosional penting lainnya yang diperoleh melalui taman kanak-kanak,

Selain itu, perhitungan yang terampil dapat mengembangkan kemandirian anak. Aktivitas anak dapat dihitung, seperti menyiapkan makanan dan membersihkan rumah, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari orang tua di rumah. Tapi ini adalah usia eksplorasi sensorik dan koordinasi anggota tubuh.

Selama periode ini, anak menyempurnakan koordinasinya dengan gerakan motorik kasar dan halus. Fokus ini penting sebelum anak menjadi mandiri. Kestabilan emosi juga menjadi fokus utama indikator perkembangan anak. Jika berhitung menjadi indikator kunci pada usia dini, dapat menjadi beban orang tua dan beban perkembangan motorik dan emosional anak.

Baca Juga:  TNI siapkan dua SSK untuk redakan konflik SARA di Jayawijaya

Menurut teori Piaget, anak-anak di atas usia 7 tahun merasionalisasi banyak informasi pada usia dini. Oleh karena itu, penting untuk dicatat bahwa pelatihan berhitung menggunakan objek tertentu. Saat berhitung, anak dapat mengasah kemampuan berpikirnya dengan mengenalkan benda-benda konkret daripada hanya mengandalkan daya ingat dan daya ingat.

Tanoto Foundation telah memberikan pelatihan kepada semua guru kelas awal, yaitu guru tahun pertama, dengan menggunakan benda-benda konkret untuk menerapkan teknik ini di kelas. Tidak hanya itu, Anda juga dapat menerapkan angka melalui cerita. Dengan cara ini, angka dapat memiliki makna dan diperkenalkan ke sekolah dasar.

Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan berhitung tingkat dasar. Dalam situasi ini, anak memperoleh kematangan motorik dan emosional dan dapat bernalar tentang peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Metodologi yang digunakan untuk memaksimalkan hal ini juga harus tepat. Artinya, saat memecahkan masalah berhitung, Anda menggunakan pertanyaan target dan cerita tertentu. Hal ini akan mendorong siswa untuk menerapkan keterampilan berhitung mereka untuk memecahkan kesulitan sehari-hari.

Jadi, para ibu, jangan takut jika anak-anak Anda tidak bisa berhitung dan membaca di usia muda. Biarkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Seperti yang dikatakan penyair Lebanon Khalil Gibran; Orang tua seperti anak panah dari busur, membimbing anak-anak mereka menuju tujuan mereka. Karena hidup tidak pernah kembali dan tidak pernah tenggelam ke masa lalu.

Shinta Purnama Sarie, Peserta Workshop Public Speaking dan Content Writing Tanoto Foundation-Media Indonesia




Terimakasih Ya sudah membaca artikel Saatnya mengenalkan angka pada anak

Dari Situs Fikrirasy ID