Keributan Omicron, negara ini membatasi penerbangan dari Afrika

Jakarta, CNBC Indonesia – Pembatasan perjalanan telah diberlakukan oleh beberapa negara di seluruh dunia setelah ditemukannya jenis virus corona baru yang disebut Omicron di Afrika Selatan.

Sebelumnya, sekitar 50 kasus yang dikonfirmasi dikonfirmasi di Afrika Selatan, Hong Kong dan Botswana. Kasus yang dikonfirmasi di Botswana dan Hong Kong telah terdeteksi di antara pelancong dari Afrika Selatan.

Menurut laporan Al Jazeera, Israel menjadi salah satu negara yang membatasi penerbangan dari Afrika Selatan setelah Kementerian Kesehatan Israel pada Jumat (26 November 2021) menemukan kasus pertama varian omicron di Afrika Selatan.

Strain baru ini ditemukan oleh para pelancong yang kembali dari Malawi. Pelancong dan dua pasien yang dicurigai lainnya telah dikarantina. Ketiganya mengatakan mereka telah divaksinasi, tetapi status pasti dari vaksinasi saat ini sedang diselidiki.

Inggris juga mengumumkan larangan penerbangan dari Afrika Selatan dan lima negara Afrika Selatan lainnya mulai Jumat sore. Mereka yang baru-baru ini memasuki negara itu telah diminta untuk diuji COVID-19 dan dikarantina.

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pembatasan perjalanan ke Afrika Selatan dan tujuh negara lainnya mulai Jumat, mulai Senin (29/11/2021), CNN International melaporkan.

Pemerintahan Biden akan membatasi perjalanan dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi. Pelancong baru dari tujuh negara diwajibkan untuk dikarantina selama 14 hari sebelum memasuki Amerika Serikat.

Sementara itu, Australia mengumumkan pada Sabtu (27 November 2021) pembatasan orang yang bepergian ke sembilan negara di kawasan itu, termasuk Afrika Selatan.

Non-warga negara tidak diizinkan masuk. Warga Australia yang kembali dan keluarga mereka harus menyelesaikan karantina yang diawasi selama 14 hari pada saat kedatangan.

Baca Juga:  Janji pemerintah jelas dan tidak boleh ada kekerasan terhadap perempuan

Di tempat lain di Asia, Malaysia juga telah mengumumkan larangan bepergian ke tujuh negara di Afrika Selatan: Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Negara tetangga telah meminta warga yang sudah berada di sana untuk melakukan karantina selama 14 hari. Sedangkan non WNI dari tujuh negara tersebut tidak bisa masuk ke Malaysia.

Begitu juga Singapura, yang baru-baru ini membuka kembali perbatasannya untuk pelancong yang divaksinasi penuh. Pada hari Jumat, Singapura memperkenalkan pembatasan baru untuk masuk ke Afrika Selatan.

27 negara Uni Eropa (UE) juga mengatakan mereka sedang mempertimbangkan pembatasan baru dalam menghadapi gelombang keempat dalam pandemi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, “Dalam kerja sama yang erat dengan negara-negara anggota, telah diusulkan untuk menerapkan rem darurat untuk menangguhkan perjalanan udara di wilayah Afrika Selatan.”

Kementerian Kesehatan Italia mengumumkan pada tanggal 14 larangan masuknya pelancong dari tujuh negara Afrika Selatan: Afrika Selatan, Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, dan Eswatini.

Belanda merencanakan tindakan serupa. Menteri Kesehatan Jerman Jens Span mengatakan maskapai penerbangan yang kembali dari Afrika Selatan hanya dapat membawa pulang warga Jerman, dan para pelancong, baik yang divaksinasi atau tidak, harus dikarantina selama 14 hari.

[Gambas:Video CNBC]

(tfa/tfa)


Terimakasih Ya sudah membaca artikel Keributan Omicron, negara ini membatasi penerbangan dari Afrika

Dari Situs Fikrirasy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *