Kemenkes ungkap beberapa gejala yang dialami anak-anak setelah divaksinasi COVID-19

Fikrirasy.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut angka kejadian tindak lanjut pascavaksinasi (KIPI) yang dialami anak pasca imunisasi COVID-19 sangat rendah.

Maxi Rein Rondonuwu, direktur Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan, mengatakan dari setiap 100.000 anak yang divaksinasi, hanya 2-3 anak yang menderita KIPI.

“Faktanya, ada tindak lanjut setelah vaksinasi. Data yang kami miliki adalah 2-3 dari 100.000 orang yang divaksinasi menderita KIPI, dan gejalanya berkisar dari ringan hingga sedang hingga beberapa parah tetapi sangat jarang pada kasus yang parah,” katanya. Dia berkata. Maxi pada diskusi FMB9-KPCPEN, Senin (20/12/2021).

Gejala atau KIPI yang dialami masih tergolong ringan dan tidak memerlukan pengobatan yang tinggi. Bahkan Maxi mengatakan itu biasa bagi sebagian orang.

Baca juga:
Bandar Lampung Mulai Imunisasi Anak, Pasar Targetkan Buka PTM Februari 2022

“Karena gejalanya mendekati demam, demam ringan, dermatitis, agak kurang sehat, dan diawali dengan sakit kepala, maka KIPI sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak setelah vaksinasi,” jelasnya.

Maxi menekankan bahwa imunisasi pada anak penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain. Ini karena rasa sakitnya ringan saat anak terpapar COVID-19. Namun, masih berpotensi menulari orang dewasa atau orang tua yang rentan terhadap kematian.

“Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah penyakit, dan jika kita bisa mencegah penyakit, maka otomatis kita akan mencegah kematian. Selain itu yang terpenting adalah memvaksinasi anak sekolah agar bisa pulang dengan selamat dan tidak menyebar ke daerah lain.” Begini caranya, apalagi kalau di kampung ada kakek-nenek. Itu kan rumah-rumah orang tua,” pungkas Maxi.

Pada 14 Desember 2021, imunisasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun dimulai, dan diketahui ada target imunisasi 26,5 juta anak berdasarkan data sensus 2020.

Baca Juga:  Menkes targetkan obat Covid Molnupiravir siap pakai Januari 2022

Tingkat vaksinasi primer adalah 70% atau lebih tinggi dan tingkat inokulasi lansia adalah 60% atau lebih tinggi, dimulai dengan provinsi, kota, dan kabupaten.

Baca juga:
Pemprov DKI Ciptakan Tempat Vaksinasi Di Luar Sekolah untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Hingga saat ini, 8,8 juta orang telah memenuhi kriteria tersebut di 106 kabupaten/kota di 11 provinsi, antara lain Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Nusa Tenggara. , Sulawesi Utara dan Bali.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Kemenkes ungkap beberapa gejala yang dialami anak-anak setelah divaksinasi COVID-19

Dari Situs Fikrirasy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *