Evaluasi PPKM dilakukan setiap minggu karena Omicron

Fikrirasy.ID.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdasarkan tingkatannya. Tindakan ini diambil untuk memperlambat penyebaran COVID-19 yang diperkirakan akan meningkat dengan adanya varian Omicron.

Selain penghematan, pemerintah akan mengevaluasi PPKM setiap minggu. Sebelumnya, penilaian dilakukan setiap dua minggu sekali.

“Pemerintah akan kembali melakukan penilaian PPKM mingguan dan menghapus penilaian dua minggu karena perkembangan kasus Omicron diperkirakan akan tumbuh sangat pesat,” kata Luhut dalam konferensi pers online, Minggu. , 16 Januari 2022.

Puncak gelombang Omicron di Indonesia diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Saat ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi mulai meningkat. Kemarin, jumlah corona19 yang dikonfirmasi di Indonesia melebihi 1.054 sehari. Terakhir kali jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 mencapai 1.000 adalah pada 14 Oktober 2021.

“Kalau di negara lain, gelombang omicron bisa meningkat drastis. Prakiraan kami kembali memprediksi bahwa peningkatan kasus kemungkinan akan jauh lebih tinggi di provinsi DKI Jakarta jika kita tidak hati-hati. Ini peringatan untuk semua. Kita harus membayar perhatian lagi pada strain baru Covid-19 ini,” kata Luhut.

Luhut Secara terus menerus, peningkatan kasus Jawa-Bali juga terlihat di Provinsi Jawa Barat dan Banten. “Hal ini didorong oleh daerah-daerah yang termasuk dalam bagian chunk Jabodetabek,” katanya.

Baca Juga:  Foto: Gerakan Pacu Jawi di Sumatera Barat

Secara khusus, di wilayah lain di Jawa-Bali, kasus terpelihara relatif baik di provinsi selain Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Evaluasi PPKM dilakukan setiap minggu karena Omicron

Dari Situs Fikrirasy ID