Daftar Kasus Pelanggaran Data di Indonesia Tahun 2021 Termasuk Sertifikat Vaksin Jokowi

Fikrirasy.ID – 2021 mewarisi beberapa pelanggaran data di Indonesia. Setidaknya ada delapan pelanggaran data di Indonesia pada tahun 2021. Salah satu yang paling menarik adalah beredarnya sertifikat vaksin Jokowi di media sosial.

Pelanggaran data ini berasal dari pihak eksternal seperti Facebook. Sementara itu, enam pembobolan data terjadi di Korea. Contoh pelanggaran data di Indonesia pada tahun 2021 antara lain:

  1. Facebook (April 2021)
  2. BPJS Kesehatan (Mei 2021)
  3. BRI Life (Juli 2021)
  4. eHAC (Agustus 2021)
  5. Sertifikat Vaksin Jokowi (September 2021)
  6. KPAI (Oktober 2021)
  7. Bank Zatim (Oktober 2021)
  8. Basis Data Kepolisian (November 2021)

Berikut rangkuman pelanggaran data di Indonesia. Fikrirasy.ID, Jumat (31 Desember 2021).

1. Facebook
Pada April 2021, Facebook dilaporkan mengalami pembobolan data pribadi pengguna. 533 juta pengguna Facebook di seluruh dunia terpengaruh oleh efek ini.

Baca juga:
Kominfo Menyelesaikan 43 Kasus Pelanggaran Data Pribadi pada 2021

Sementara itu, 13331 data pengguna Facebook di Indonesia dilaporkan telah diretas.

Pelanggaran data yang dimaksud meliputi alamat email, tanggal lahir, jenis kelamin, lokasi negara, nama, nama pengguna, ID, dan kata sandi.

Menurut Facebook, insiden itu tidak terjadi baru-baru ini, tetapi sebelum September 2019. Saat itu, Facebook sebenarnya sedang mengalami pembobolan data. Peretas memperoleh data melalui fungsi impor kontak yang disediakan oleh Facebook.

Namun, Facebook mengakui bahwa pelanggaran data tidak membahas informasi seperti keuangan, kesehatan, dan kata sandi. Kabarnya kasus ini juga sudah selesai.

2. BPJS Kesehatan
Pelanggaran data BPJS Kesehatan menjadi viral di Twitter pada Mei 2021. Situs forum online Raidforums.com mencatat 279 juta data pengguna BPJS Kesehatan terjual.

Baca Juga:  Sangat buruk. Malware iPhone dapat mengakhiri rekayasa untuk menyadap kamera dan mikrofon

Baca juga:
Tujuh bulan kemudian, Kominfo masih menyelidiki pelanggaran data BPJS kesehatan.

Di deskripsi, data ini terdiri dari nama, KTP, nomor telepon, email, gaji dan alamat. Akun tersebut juga menyediakan 1 juta sampel dari total 279 juta data secara gratis. 20 juta keping data lainnya juga menunjukkan foto pribadi.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Daftar Kasus Pelanggaran Data di Indonesia Tahun 2021 Termasuk Sertifikat Vaksin Jokowi

Dari Situs Fikrirasy ID