7 Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening yang Jarang Disadari

fikrirasy.id – 7 Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening yang Jarang Disadari. Seperti jenis penyakit lainnya, kanker kelenjar getah bening sulit untuk disembuhkan. Ini karena penyakit ini berbahaya dan dapat menyerang sistem limfatik. Hal ini membuat peluang untuk sembuh kecil, terutama dengan asumsi itu dibedakan di luar titik tidak bisa kembali.

Mengenai kemungkinan sembuh, sebagian besar bergantung pada fase pertumbuhan ganas yang dialami. Simak data terlampir agar Anda mengetahui efek samping atau ciri-ciri penyakit kelenjar getah bening sebagai upaya penemuan awal.

1. Berat badan turun secara drastis

Limfoma atau kelenjar getah bening yang menunjukkan penyakit sebenarnya dapat menyebabkan penurunan berat badan yang drastis. Bukan karena olahraga berat, penurunan berat badan ini tidak jelas.

Kondisi ini umumnya terjadi karena tubuh mengonsumsi lebih banyak energi untuk menangkal sel kanker yang ada. Dengan demikian, berat badan akan berkurang 5 hingga 10 persen setiap bulannya.

2. Demam disertai mengigil dan keringat

Salah satu efek samping limfoma yang paling terkenal adalah demam. Pasalnya, demam merupakan tanda ketika kekebalan tubuh seseorang melemah sehingga penyakit sangat mudah menyerang.

Pada efek samping penyakit kelenjar getah bening, demam yang terjadi biasanya disertai rasa menggigil yang tiada henti. Pada malam hari, demam dan menggigil dapat disertai dengan keringat berlebih.

3. Cepat lelah

Penderita penyakit kelenjar getah bening akan sangat mudah mengalami kelelahan. Hal ini terjadi karena lemas merupakan tanda tubuh tidak kuat. Perhatikan jika kelelahan disertai dengan berbagai efek samping.

Diungkapkan oleh Lymphoma Activity, kelelahan yang terjadi meliputi fisik, mental, dan lingkungan sekitar. Jadi, jika Anda merasa lelah terus-menerus karena alasan yang tidak diketahui, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

4. Muncul ruam dan gatal

Penyakit kelenjar getah bening yang hidup terlalu lama memang bisa menyebabkan kulit yang mengganggu hingga muncul ruam. Penampilannya bisa dikacaukan dengan psoriasis atau dermatitis. Namun, ruam dan kesemutan bisa menyebabkan benjolan di kulit.

Kondisi ini umumnya terjadi pada pertumbuhan ganas tipe limfoma Hodgkin. Ada persyaratan untuk temuan lengkap, termasuk tes darah dan pencitraan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana penyebaran penyakit dan mencari kemungkinan pengobatan yang terbaik.

Baca Juga:  10 Penyebab Benjolan di Telapak Kaki dari Kapalan hingga Tumor

5. Nyeri di bagian dada atau punggung bawah

Pusat getah bening adalah organ yang terletak di timus, yaitu organ kecil yang berada di antara paru-paru dan tulang dada. Oleh karena itu, adanya pertumbuhan ganas hub getah bening akan mempengaruhi timus dan menyebabkan nyeri dada.

Penyakit kelenjar getah bening juga bisa menyerang getah bening di sekitar punggung bawah. Selanjutnya, terjadi perluasan saraf tulang belakang yang menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

6. Nyeri perut

Sakit perut atau sakit perut juga bisa menjadi efek samping lain dari penyakit kelenjar getah bening. Biasanya sakit perut ini akan terjadi terus menerus dan sulit hilang. Ini bisa menunjukkan bahwa pertumbuhan ganas telah menyerang pusat getah bening lokal, lapor Disease Exploration UK.

Orang mungkin mengalami siksaan perut bagian atas yang serius. Kejengkelan ini bisa berpindah ke belakang ketika pertumbuhan ganas terjadi di kelenjar getah bening di bagian belakang perut. Saat menghadapi kondisi ini, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

7. Bengkak di daerah kelenjar getah bening

Saat penyakit mulai memasuki fase awal, sel kanker di sekitar kelenjar getah bening akan menyebabkan pembesaran atau tonjolan. Biasanya, benjolan ini muncul di daerah leher, ketiak, dan selangkangan.

Anda harus tahu tentang berkembang tanpa alasan yang jelas dan luka merah pada kulit. Ketidakteraturan sebagian besar sekitar 1,2 sentimeter atau lebih besar, dapat dipindahkan, dan tidak membaik, lapor WebMD. Kami menyarankan agar Anda segera berkonsultasi dengan spesialis untuk memutuskan alasannya.

Tidak ada obat yang telah diumumkan layak untuk mengobati pertumbuhan ganas kelenjar getah bening. Oleh karena itu, menjaga kesehatan adalah pilihan antisipasi terbaik. Rangkullah gaya hidup yang sehat dan pahami kualitas penyakit kelenjar getah bening sebagai metode identifikasi dini dan temukan pengobatan sebelum kondisinya memburuk.