Peduli Kesehatan Mental Kini TikTok Luncurkan Pusat Kesehatan Digital

Fikrirasy.idPeduli Kesehatan Mental Kini TikTok Luncurkan Pusat Kesehatan Digital. Jelas bahwa kesehatan psikologis masih menjadi tema yang belum tersentuh untuk dibahas di Indonesia. Rendahnya kesadaran publik dan pesimisme aib menyebabkan individu yang memiliki masalah mental memutuskan untuk menutup diri.

Melihat keanehan tersebut, TikTok meluncurkan misi bernama #SeeingtheUnseen sekaligus memperkenalkan Computerized Wellbeing Community yang didirikannya pada Rabu (12/10/2022). Tujuannya adalah untuk memperluas perhatian bangsa Indonesia pada masalah kesejahteraan psikologis.

Acara tersebut dihadiri oleh empat pembicara, khususnya Faris Mufid (Public Arrangement and Government Relations TikTok Indonesia), dr. Edduwar Idul Riyadi, SpKJ (Magister Peralihan Kesejahteraan Studi Penularan Penyakit, Direktorat Kesejahteraan Emosi, Pelayanan Kesehatan Republik Indonesia), Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Analis (Dokter dan Rekan dermawan TigaGenerasi) , dan Sania Leonardo (Pembuat TikTok). Silakan dengarkan!

1. Menurut survei, sebanyak 2 dari 4 responden masih khawatir membicarakan kondisi mentalnya

Seiring dengan penyelenggaraan ujian global, YouGov, TikTok mengarahkan gambaran responden di seluruh Indonesia. Dengan demikian, 2 dari 4 responden masih merasa stres atas kemungkinan konsekuensi buruk jika mereka membicarakan keadaan pikiran mereka, seperti pemecatan atau penilaian dari orang yang dicintai serta hasil di tempat kerja.

Lebih dari 28% responden berpendapat bahwa akan bermanfaat jika mereka dapat memperoleh sorotan terkait kesehatan psikologis gratis di panggung hiburan berbasis web yang mereka gunakan.

Demikian juga, 26% responden merasa lebih senang mendiskusikan masalah kesehatan psikologis jika klien lain berbagi pengalaman serupa melalui hiburan virtual.

2. Tantangan makin berat karena stigma

Seperti yang ditunjukkan oleh dr. Edduwar, masalah kesehatan psikologis selalu difitnah. Misalnya, terkait dengan hal-hal yang berbau luar biasa, misterius, atau pemikiran tentang cercaan.

Baca Juga:  Menurut Studi Lintas Kepribadian Dengan Main Media Sosial Picu Depresi

Hal ini diakui oleh Sania, pembuat TikTok dengan username @panggilkubambang. Seperti yang ditunjukkan oleh penyintas masalah bipolar ini, individu yang memiliki masalah mental sebenarnya merasakan rasa malu yang berbeda. Misalnya, mereka dipandang kurang menghargai atau kurang dekat dengan Tuhan.

Untungnya, anak-anak sekarang lebih bersemangat dan bersemangat untuk memeriksa kesejahteraan emosional. Karena kesadaran yang meningkat, dipercaya dapat melenyapkan aib.

3. Bentuk komitmen TikTok dalam mendukung kesehatan mental pengguna

Mengingat konsekuensi dari penelitian ini, TikTok melangkah maju dan membuat ruang yang lebih aman dan lebih ramah bagi individu Indonesia dengan mengirimkan Komunitas Kesejahteraan Terkomputerisasi. Ini adalah pintu masuk yang berisi data yang terkait dengan kesejahteraan emosional dan kemakmuran terkomputerisasi.

Di dalamnya, klien dapat membantu administrasi dan menonton berbagai rekaman intuitif tentang kesehatan psikologis sebagai satu tim dengan TikTok dengan mitra, pembuat, dan spesialis yang dibundel secara imajinatif dan indah sehingga dapat dipahami secara efektif oleh area lokal yang lebih luas.

Tak hanya itu, TikTok terus berupaya melindungi wilayah setempat dari zat yang tidak aman dengan menghilangkan rekaman yang mengabaikan Peraturan Daerah dan memberikan perangkat yang dapat digunakan untuk melaporkan dan menghalangi zat yang tidak pantas.

Leave a Comment