Asam Salisilat vs Benzoil Peroksida, Mana yang Terbaik untuk Melarikan Diri?

Asam salisilat versus benzoil peroksida

Kemerahan tiba-tiba? Jangan panik. Jerawat atau masalah kulit berjerawat bisa segera teratasi. Tapi dengan produk perawatan kulit yang tepat. Pilih produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat versus benzoil peroksida, dua bahan yang dikenal efektif melawan jerawat selama perkembangan komedo, whiteheads, atau jerawat rawan jerawat. Pertanyaannya adalah, mana yang terbaik untuk menangani jerawat? Asam salisilat vs Benzoil Peroksida? Sebelum memilih yang terbaik, mari pahami dulu perbedaan keduanya.

asam salisilat

asam salisilat

Apa itu asam salisilat?

Kandungan ini dikenal sebagai zat yang bisa menghilangkan jerawat. Pada dasarnya, asam salisilat adalah exfoliant kimia dalam kategori BHA yang diekstraksi dari pohon kulit pohon willow. Membersihkan pori-pori dan mencegah munculnya komedo dan jerawat.

Cara menggunakan asam salisilat dengan benar

Produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat dapat digunakan setiap hari. Namun, karena merupakan exfoliant, bahan ini dapat menyebabkan iritasi. Oleh karena itu, jangan gunakan dengan AHA (asam glikolat dan asam laktat) dan agen keratolitik (asam trikloroasetat dan allantoin). Biasanya, asam salisilat ditemukan dalam produk perawatan kulit komersial dalam konsentrasi 2-5%.

benzoil peroksida

benzoil peroksida di wajah

Apa itu Benzoil Peroksida?

Bahan ini sudah lama dikenal sebagai bahan utama untuk menghilangkan jerawat di bidang dermatologi. Apa yang membuat benzoil peroksida berbeda dari asam salisilat adalah tidak mengelupas kulit. Namun demikian, benzoil peroksida memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang kuat. Cara kerjanya, langsung membunuh bakteri penyebab jerawat.

Cara menggunakan benzoil peroksida dengan benar

Hindari penggunaan benzoil peroksida karena bahan aktif lain seperti retinol, asam glikolat, atau vitamin C dapat menyebabkan iritasi. Efek samping penggunaan benzoil peroksida adalah kulit kering dan iritasi. Oleh karena itu, gunakan sedikit pada awalnya dan tingkatkan jumlahnya seiring waktu sehingga kulit dapat mentolerirnya.

Baca Juga:  Perlindungan wajah yang dioptimalkan dengan SPF : Fikrirasy.ID Indonesia

Baca lebih lanjut: Rekomendasi Serum Dermatologis untuk Jerawat

Apa cara terbaik untuk mengatasi breakout?

dengan baik, tergantung jenis breakout yang kita alami. dilaporkan dalam siapa yang memakai apaDermatologis merekomendasikan penggunaan asam salisilat untuk jerawat dan komedo. Ini karena asam salisilat mengelupas kulit dan mendorong regenerasi sel untuk membuat wajah lebih halus dan cerah. Asam salisilat paling baik untuk mengobati komedo dan komedo putih.

Benzoil peroksida paling baik digunakan untuk jerawat merah yang meradang. Dermatologis menjelaskan bahwa jerawat merah yang meradang adalah tempat berkembang biaknya bakteri penyebab jerawat. Itu sebabnya Anda membutuhkan lebih banyak benzoil peroksida dalam kondisi ini.

Kesimpulannya, jika jerawat di wajah merupakan bentuk komedo dan whitehead, carilah produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat. Namun, jika Anda menghadapi jerawat yang besar, merah, dan meradang, gunakan produk perawatan kulit benzoil peroksida yang sekaligus dapat mengurangi peradangan.

BACA JUGA: 4 Produk Perawatan Kulit yang Umum Atasi Maskne

indonesia yang indah

Belum ada deskripsi penulis.

Terimakasih Ya sudah membaca artikel Asam Salisilat vs Benzoil Peroksida, Mana yang Terbaik untuk Melarikan Diri?

Dari Situs Fikrirasy ID