teknik tendangan pinalti dalam sepak bola

KOMPAS.com – Tendangan penalti adalah cara untuk mencetak gol dalam pertandingan sepak bola.

Probabilitas mencetak gol dari tendangan penalti lebih besar daripada dalam kasus lain seperti tendangan bebas langsung.

Namun, tendangan penalti seringkali gagal. Apakah karena kiper bisa membaca arah bola atau apakah tendangannya melenceng.

Agar tidak ketinggalan tendangan pinalti, penendang harus menguasai teknik terlebih dahulu.

Dalam hal ini, tendangan yang paling sering digunakan pemain untuk melakukan tendangan penalti adalah bagian dalam kaki, atau lebih tepatnya bagian belakang kaki bagian dalam.

Penggunaan teknik inside foot dalam tendangan pinalti tidak lepas dari akurasi yang dihasilkan.

informasi, inspirasi dan wawasan di ~ surel Anda.
Itu terdaftar surel

Seperti diketahui, akurasi tendangan menggunakan kaki bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan bagian kaki lainnya.

Kemudian penggunaan punggung adalah untuk kekuatan tendangan yang dihasilkan agar bola melaju kencang dan cepat.

Selain itu, tendangan pinalti biasanya dilakukan ketika wasit memberikan hadiah atau ketika pemenang ditentukan dalam suatu pertandingan.

Tendangan penalti biasanya diberikan ketika pemain di belakang tangan menyentuh bola berdarah di area penalti dan wasit memberikan tendangan penalti.

  1. Tempatkan bola di titik penalti. Sebelum menendang bola, pastikan tidak berhenti atau bergerak sama sekali.
  2. Temukan arah di mana bola akan ditendang.
  3. Kemudian fokuskan perhatian Anda pada bola. Tepat di mana bola ditendang.
  4. Pukul bola di dalam bagian belakang kaki.
Baca Juga:  Usai Piala AFF 2020, pelatih Timnas Indonesia kini tengah mempertimbangkan turnamen lain.

Aturan mengenai pelaksanaan tendangan penalti dalam pertandingan sepak bola diatur oleh International Football Association Board (IFAB) sebagai berikut:

  1. Bola harus berada di titik penalti.
  2. Jarak antara titik penalti dan gawang adalah 11 m.
  3. Ketika tendangan penalti dilakukan, tiang gawang, mistar gawang dan jaring gawang harus atau tidak boleh bergerak, dan wasit harus dengan jelas menentukan pemain mana yang akan menerima tendangan penalti.
  4. Penjaga gawang harus berada di antara garis gawang dan tiang gawang saat tendangan penalti dilakukan.
  5. Penjaga gawang tidak boleh menyentuh tiang gawang, mistar gawang atau jaring gawang sebelum melakukan tendangan.
  6. Saat menendang bola, salah satu kaki penjaga gawang harus berada di garis gawang atau sejajar.
  7. Tendangan pinalti harus dilakukan setelah wasit meniup peluit.
  8. Penendang harus menghadapkan bola ke depan (forward). Penendang tidak boleh menyentuh bola yang ditendangnya kecuali bola itu telah menyentuh pemain lain.
  9. Jika bola ditendang dan bergerak maju dari titik penalti, itu dianggap dalam permainan.
  10. Tendangan pinalti dianggap selesai jika bola tidak bergerak, keluar dari permainan, masuk ke gawang, atau dilanggar atas kebijakan wasit.
  11. Pemain dari kedua tim, kecuali penendang dan penjaga gawang, dilarang berada di dalam kotak pinalti saat melakukan tendangan pinalti.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini Setiap hari di Kompas.com. Untuk bergabung di grup telegram “Kompas.com News Update”, klik link https://t.me/kompascomupdate dan gabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

#teknik #tendangan #penalti #dalam #sepakbola #sepak bola #halaman

Klik di sini untuk melihat artikel aslinya



Terimakasih Ya sudah membaca artikel teknik tendangan pinalti dalam sepak bola

Dari Situs Fikrirasy ID