Luhut Turun Tangan, Pastikan Proyek Kereta Cepat Aman!

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah mengunjungi lokasi pengerjaan konstruksi Terowongan #2 KCJB untuk memastikan kemajuan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Dalam kunjungannya tersebut, Luhut mendengarkan paparan dari kontraktor#2 mengenai kemajuan pengerjaan Tunnel, tantangan yang dihadapi dan solusi yang sedang dilakukan.

Setelah itu Luhut meninjau langsung ke dalam aplikasi untuk melihat kondisi yang terjadi di lapangan. Usai melakukan pembangunan, Luhut menyebut jika penanganan terowongan #2 berjalan dengan baik.

Menurutnya, meskipun terdapat tantangan geografis, hal itu bisa tertangani dengan baik berkat adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Luhut juga memastikan jika Tunnel 2 ini aman untuk dilintasi.

“Terowongan 2 ini memang memiliki tantangan tersendiri. Dari awal kita mengetahui jika struktur tanahnya labil. Namun kondisi sekarang sudah lebih baik dan bisa ditangani,” kata Luhut dalam keterangan resmi, 13/202, kata Luhut dalam keterangan resmi,

Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengemukakan titik konstruksi Tunnel #2 merupakan salah satu titik konstruksi dengan tantangan geografis yang tinggi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena berlokasi di area.

“Kami sangat senang tentunya karena kehadiran beliau adalah suatu bentuk dukungan bagi kami yang saat ini sedang melakukan percepatan pembangunan,” kata Dwiyana

Dwiyana mengatakan area clay shale merupakan jenis tanah dengan karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat berlangsung berlangsung.

Mengingat kondisi tanah yang berpotensi menimbulkan pergerakan baik konstruksi timbunan maupun konstruksi jalan yang berada di atasnya, sehingga proses pembangunan terowongan harus dilakukan dengan hati-hati dan hati-hati.

“Tunnel #2 memang salah satu tersulit. Lokasinya berada di area clay shale yang karakteristiknya mudah lapuk apabila terekspos saat berlangsung berlangsung. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, dalam terak itu, diperlukan kehati-hatian, dalam burak

Baca Juga:  Jangan laporkan harta warisan kepada SPT. Bersiaplah untuk membayar pajak Anda!

Dalam penanganan tunnel 2 terjadi transfer teknologi antara tenaga ahli tunnel dan grouting dari Tiongkok dengan tenaga ahli lokal dalam hal ini dari ITB. Mengingat seluh tenaga ahli baik dari Tiongkok maupun Indonesia berkolaborasi untuk mengatasi tantangan geografis di tunnel 2.

Adanya kolaborasi ini, diharapkan juga terjadi transfer knowledge dalam bidang konstruksi dan sekaligus untuk mengatasi kendala dalam proses konstruksi di Tunnel #2.

“Para ahli dari Tiongkok dan ITB tersebut akan dimaksimalkan untuk mentransfer pengetahuan kepada seluruh pekerja KCJB di titik konstruksi tersebut,” jelasnya.

Dwiyana menyebutkan bahwa tenaga ahli berpengalaman tersebut didatangkan untuk membantu bagian permukaan awal karena awal metode grouting yang selama ini dipakai untuk mengerjakan beberapa proyek KCJB.

“Kami akui bahwa dalam pengerjaan Tunnel #2 yang berada di area clay shale yang membutuhkan penanganan khusus. Dikarenakan pengerjaan Tunnel #2 KCJB menggunakan metode grouting, kami mengumpulkan para ahahli tunnel yang uka menguam tukli tunnel dan u ka m Tiongperkotow dan tunnel at dau m order penanganan khusus,” jelas Dwiyana.

Dalam laporannya, terhitung hingga Desember 2021, pengerjaan terowongan sepanjang 1.052 meter ini mencapai 67%. Dengan sisa pengerjaan yang masih ada, transfer knowledge dari keterlibatan para ahli terowongan tersebut diharapkan dapat membantu upaya percepatan pembangunan KCJB yang progres konstruksi keseluruhannya sudah mencapai kepadatan 79%, patstruesa Kempai

“Dengan transfer knowledge dari keterlibatan para ahli tadi, diharapkan dapat membantu upaya percepatan pembangunan KCJB dengan standar konstruksi kereta cepat,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)


Terimakasih Ya sudah membaca artikel Luhut Turun Tangan, Pastikan Proyek Kereta Cepat Aman!
Dari Situs Fikrirasy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *