Strain Covid-19 Indonesia Omicron, para ahli menyarankan hingga empat tingkat mitigasi

Fikrirasy.ID.CO, Jakarta – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama menyarankan empat hal yang harus dilakukan untuk mendeteksi penyebaran varian omicron Covid-19 di Indonesia. Kasus pertama infeksi strain ini ditemukan di Pusat Karantina Atlet Wisma, seorang penjaga.

Saat dihubungi pada Jumat pagi, 17 Desember 2021, ia mengatakan, “Ada empat hal yang perlu segera dilakukan untuk mendeteksi dan membatasi gelombang radio sebanyak mungkin.

Pertama, Anda perlu mencari tahu siapa yang menginfeksi pasien. Tjandra mengatakan, ada dua kemungkinan penularan: dari WNI yang baru tiba dari luar negeri dan sedang menjalani perawatan di Wisma Atlet, dan dari sesama polisi di sana.

Dalam hal tertular dari WNI yang baru datang dari luar negeri, sebenarnya Semua daftar pasien Wisma Atlet selama 14 hari terakhir tersedia dengan jelas dan karenanya dapat dilacak. Data dilakukan berdasarkan alamat, periksa satu per satu.

Jika Anda telah terinfeksi oleh sesama polisi, Anda juga dapat memeriksa dengan siapa Anda berhubungan dalam 14 hari terakhir. Pada 2018-2020, direktur Biro Penyakit Menular Asia Tenggara WHO mengatakan, “Jika seorang rekan terinfeksi, perlu melacak secara menyeluruh di mana petugas itu terinfeksi, dll.”

Prosedur kedua, di mana prosedur pertama ditemukan telah menginfeksi pasien, harus melacak di mana mereka telah bepergian dalam 14 hari terakhir. Hal yang sama berlaku untuk kontak dengan pasien atau kontak dari sumber infeksi lain. Siapapun yang kontak langsung dengannya harus menjalani tes PCR.

Di Singapura, Tjandra membandingkan, “Orang yang melakukan kontak langsung menerima peringatan bahaya kesehatan.”

Meski bukan kontak langsung, ia juga memeriksa orang-orang yang berada di ruangan yang sama dan meminta mereka untuk sebisa mungkin menahan diri dari mobilisasi. Dan jika Anda memiliki keluhan atau ingin dites, segera hubungi ahli kesehatan Anda.

“Yang ketiga jika ditemukan pada poin 1 dan 2 di atas kasus Omicron lainnya harus segera dikarantina/diisolasi,” kata Tjandra seraya menambahkan, tujuannya untuk memutus rantai rem transmisi.

Keempat, Tjandra yang saat ini menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana Universitas YARSI Jakarta menjelaskan, ada baiknya masyarakat tidak hanya menginformasikan kepada masyarakat tentang pasien yang terinfeksi, tetapi juga tempat-tempat yang pernah dikunjunginya. Tujuannya untuk memperingatkan siapa saja yang pernah ke tempat tersebut.

Pada 15 Desember di Singapura, Tjandra mencontohkan memiliki pasangan suami istri yang positif Covid-19, strain Omicron. Sejak itu, otoritas kesehatan setempat telah merilis nama empat restoran yang dikunjungi pasangan itu.

“Empat hal ini dalam kerangka upaya mitigasi lapis demi lapis yang perlu benar-benar dilakukan di lapangan untuk mengendalikan situasi,” kata Tjandra.

Baca juga:
WHO Maria Van Kerkhove: Infeksi omicron ringan dikatakan sangat berbahaya


selalu memperbarui memperbarui. Mendengarkan berita terkini berita terpilih dari Fikrirasy.ID.co Di saluran Telegram kami “Pembaruan Fikrirasy.ID.co”. klik https://t.me/tempodotcoupdate Ikuti. Anda perlu melakukanInstall Aplikasi Telegram terlebih dahulu.



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Strain Covid-19 Indonesia Omicron, para ahli menyarankan hingga empat tingkat mitigasi

Dari Situs Fikrirasy ID

Leave a Comment