Densus 88 akan mengambil tindakan atas 364 tuduhan terorisme pada tahun 2021

Fikrirasy.ID.CO, JakartaBadan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memiliki kontingen khusus atau Densus 88 Penindakan dilakukan terhadap 364 kasus terduga terorisme. Jamaah Islamiyah dan Jamaah Ansharut Daulah adalah dua organisasi yang paling sering ditangani Densus.

BNPT mencatat 178 kasus yang melibatkan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dan 154 kasus yang melibatkan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pada Selasa, 28 Desember 2021, Direktur BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, “Saya mengetahui bahwa JI dan JAD telah dilarang oleh Pengadilan Negeri.

Selain JAD dan JI, Densus 88 menindak 16 anggota MIT (MIT) Mujahidin (MIT), 16 sisanya terkait dengan anggota FPI (Front Bela Islam).

Boy Rafli berkata: Sebagian besar dari mereka yang ditangkap masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. Sekitar 332 kasus masih dalam penyelidikan penyidik ​​Densus 88, dan 3 kasus teroris telah dirujuk ke kejaksaan.

Sedangkan untuk penangkapan bulanan, Maret paling banyak dengan 79 kasus, April 74 kasus, dan Agustus 62 kasus.

Selain JI, JAD, dan MIT, Direktur BNPT menjelaskan beberapa organisasi teroris yang masih aktif di Indonesia antara lain Jamaah Ansharul Khilafah (JAK), Jamaah Ansharusy Khalifah (JAS), dan Negara Islam Indonesia (NII).

Menurut Boy, kelompok JAK saat ini terbagi menjadi dua kelompok: Rumah Quran Imam Ahmad dan pimpinan Arham alias Abu Hilya, yang fokus pada pengembangan amal. Sedangkan kelompok lainnya dipimpin oleh Suherman yang fokus pada pengelolaan Baitul Mal Watanwil.

Baca Juga:  Selain Batubara, Jokowi Tuntut Prioritas Gas di Korea

Baitul Mal Watanwil adalah organisasi bantuan yang memberikan penghargaan kepada para janda yang ditinggalkan oleh para pejuang JAK.

Kemudian JAS adalah organisasi jaringan teroris yang berpusat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurut BNPT, banyak kegiatannya terkait politik, dengan beberapa anggota bergabung dengan FPI.

JAD juga dikatakan masih aktif menyebarkan propaganda secara lokal dan media sosial. kelompok ini Mereka diyakini masih merekrut anggota dan simpatisan melalui pembangunan pondok pesantren.

NII kemudian diyakini masih aktif, terutama di bidang dakwah, penguatan ekonomi dan penegakan syariah. Rekrutmen NII saat ini dilakukan dalam tiga tahap: rekrutmen awal, pelatihan anggota baru, dan rehabilitasi.

sementara peziarah islamiyah Pasukan Ekspedisi 88 masih aktif, tetapi dikatakan tidak dipimpin oleh orang tertentu. BNPT meyakini JI digerakkan oleh koordinator yang tersebar di berbagai daerah.

Untuk membaca: BNPT Tetapkan Area Bisnis Penjahat Perang di Malang



Terimakasih Ya sudah membaca artikel Densus 88 akan mengambil tindakan atas 364 tuduhan terorisme pada tahun 2021

Dari Situs Fikrirasy ID