7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

fikrirasy.id – 7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah. Makanan tradisional di Indonesia juga merupakan salah satu bukti kemerdekaan Indonesia yang tidak pernah lepas rekam jejak sejarah. Pada zaman penjajahan masyarakat harus tetap bertahan hidup di tengah sedikitnya suplai bahan makanan, termasuk untuk makan para pahlawan melawan penjajah pada masa itu. Hasil bercocok tanam masyarakat Indonesia pada saat penjajahan dieksploitasi penjajah. Berikut merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang menjadi bekal mereka ketika melawan penjajah.

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

1. Nasi Jagung

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Nasi jagung atau nasi ampok, adalah salah satu makanan khas Indonesia yang terbuat dari jaugung sebagai bahan dasarnya. Jagung yang digunakan untuk dijadikan nasi, yaitu jagung yang sudah tua atau disebut juga jagung pipil. Pada masa perang, padi yang siap panen banyak dirampas penjajah. Kemudian, masyarakat play on words memanfaatkan jagung sebagai pengganti nasi sebagai karbohidrat.

2. Singkong/Ubi Rebus

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Tidak Cuma jagung yang jadi sumber karbihidrat, tapi juga singkong. Singkong rebus juga menjadi salah satu makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sejak zaman peperangan. Singkong juga dapat menjadi sumber energi pada tubuh.

3. Tiwul/Thiwul

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Nasi Oyek atau tiwul terkenal di masa Agresi Militer Belanda 2. Pada saat momen itu, Jenderal Sudirman beserta pasukannya tengah terdesak di dalam hutan di kawasan Kediri dan kehabisan makanan. Kemudian, Soepardjo Rustam dari Cilacap berhasil membawa makanan nasi oyek yang terbuat dari singkong. Hingga kini, tiwul masih bisa ditemui. Kandungan kalorinya memang lebih rendah dari beras, namun tiwul dianggap bisa mengobati sakit maag.

4. Leughok

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Kue leughok menggunakan tepung ketan, pisang serta sagu (beureune). Biasanya, makanan ini dihidangakan sebagai menu pembuka. Leughok menjadi bekal makanan yang tak pernah absen dikonsumsi para pejuang dari Aceh. Makanan yang terbuat dari remasan pisang kepok dan sagu ini menjadi makanan efektif menghilangkan rasa lapar.

Baca Juga:  3 Olahan Madu Korea Selatan Yang Sekarang Dikenal Luas di Indonesia

5. Telur Asin

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Telur asin menggunakan telur bebek sebagai bahan dasar utamanya. Rasa asin ini dikarenakan telur tersebut dikubur di bawah tanah dengan menggunakan garam, sekaligus sebagai bahan pengawetnya. Makanan satu ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga cocok untuk menjadi makanan para pejuang. Tak heran para pejuang selalu menjadikan telur bebek ini dalam bekal mereka.

6. Janeng

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Janeng jarang terdengar karena hanya tumbuh di tanah Aceh. Salah satu makanan tradisional di Indonesia ini merupakan adalah sejenis umbi-umbian yang tumbuh liar di hutan. Saat masa perang, buah janeng dijadikan makanan alternatif yang mengenyangkan. Biasanya ditumbuk dan dikukus, lalu disajikan dengan taburan kelapa gurih.

7. Pisang Rebus

7 Makanan Tradisional Indoensia saat Melawan Penjajah

Pisang dijadikan makanan saat melawan penjajah karena pada saat itu tanaman pisang banyak tumbuh secara liar di pedesaan. Maka dari itu, pisang rebus menjadi salah satu bekal praktis saat berperang. Selain itu, pisang rebus bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, menambah energi secara cepat, serta menjaga fungsi jantung.