Hari Alzheimer Sedunia dan Benarkah Penyakit Alzheimer Berbahaya

fikrirasy.id – Hari Alzheimer Sedunia dan Benarkah Penyakit Alzheimer Berbahaya. Hari Alzheimer Dunia diperingati setiap 21 September. Dorongan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penyakit Alzheimer.

Bagi sebagian orang, mungkin penyakit Alzheimer jarang terdengar. Meski begitu, penyakit ini tidak dapat diremehkan karena kerusakan Alzheimer pada otak dan memicu kecacatan. Benarkah Alzheimer berbahaya? Penjelasan berikut!

1. Mengenal penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan memori. Kondisi ini menyebabkan kerusakan jaringan otak dari waktu ke waktu.

Secara umum, penyakit Alzheimer terjadi pada usia lebih dari 65. WebMD menjelaskan, hingga 1 dari 8 orang berusia 65 tahun atau lebih mengalami penyakit Alzheimer. Selain itu, penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita daripada pria.

2. Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia paling umum

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa ada banyak jenis demensia yang diketahui. Penyakit Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa kondisinya progresif yang dimulai dengan kehilangan ingatan ringan, dan dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk berbicara dengan orang lain dan menanggapi lingkungan.

Penyakit Alzheimer mempengaruhi bagian otak yang mengatur kemampuan untuk berpikir, mengingat dan bahasa. Ini memiliki dampak serius pada realisasi kegiatan sehari -hari.

3. Penyebab penyakit Alzeimer

Meskipun Alzheimer lebih umum di usia tua, penyakit ini bukan bagian dari proses penuaan yang normal. Para ahli masih tidak mengerti mengapa beberapa orang mengalami penyakit Alzheimer, sementara yang lain tidak. Namun, para peneliti mencoba memahami penyebab Alzheimer berpusat pada dua jenis protein, yaitu, protein amiloid beta dan tau oprotein. Kehadiran kedua protein ini memiliki efek toksik dan dapat mengganggu komunikasi antara sel -sel saraf di otak.

National Institute on Aging menjelaskan, neuron atau sel saraf yang awalnya sehat tidak berfungsi, hilangnya hubungan dengan neuron lain dan meninggal. Semakin banyak neuron yang mati menyebabkan area otak yang terpengaruh mulai menyusut atau menyusut. Pada tahap akhir, kerusakan yang semakin meluas menyebabkan jaringan otak berkurang secara signifikan.

Baca Juga:  5 Kebiasaan Minum Ini Bantu Mengurangi Lemak di Hati

4. Apakah penyakit Alzheimer berbahaya?

Alzheimer adalah penyakit berbahaya karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi sampai kematian. Menurut data WHO pada tahun 2019, penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya adalah jumlah kematian nomor tujuh dari semua penyakit di seluruh dunia.

Jumlah ini lebih tinggi dari diabetes dan penyakit ginjal, yang menempati tempat kesembilan dan kesepuluh sebagai penyebab kematian di seluruh dunia.

Alzheimer juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan antara orang tua di seluruh dunia. Dilaporkan oleh Verywell Health, seseorang dengan penyakit Alzheimer pada tahap akhir tidak dapat mengurus diri mereka sendiri, jadi itu akan sangat tergantung pada orang lain untuk melakukan kegiatan sehari -hari.

5. Mengapa penyakit Alzheimer dapat menimbulkan kematian?

Mengutip penjelasan klinik Mei, kerusakan otak yang memburuk mempengaruhi fungsi fisik, seperti menelan, keseimbangan, kontrol buang air kecil dan gerakan usus. Penurunan nafsu makan dan kapasitas menelan menyebabkan kekurangan gizi.

Pengurangan kemampuan untuk menelan juga meningkatkan risiko makanan memasuki saluran pernapasan yang dapat memicu pneumonia.

Studi memeriksa laporan otopsi orang dengan demensia menemukan bahwa penyebab utama kematian adalah pneumonia, penyakit kardiovaskular, emboli paru, dehidrasi.

Penyakit Alzheimer menyebabkan kerusakan pada sel saraf otak sehingga fungsi otak terganggu. Kerusakan pada otak menghasilkan penurunan fungsi kognitif ke fungsi fisik, seperti menelan. Kondisi ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti malnutrisi, masuk ke dalam saluran pernapasan, pneumonia dan lainnya.