Digitalisasi Permudah Akses Layanan Kesehatan

fikrirasy.id – Digitalisasi Permudah Akses Layanan Kesehatan. PT Anugeh Pharmindo Lestari (APL), salah satu anggota Zuerma Pharma, baru saja merayakan KTT digital 2022. Tema “Masa Depan dimulai dengan kami sekarang”, acara ini bertujuan untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan melalui digitalisasi.

Acara ini dihadiri oleh beberapa ahli di industri kesehatan Indonesia, termasuk Menteri Kesehatan IR. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU diwakili oleh Setiaji, St, M, SI, Kantor Transformasi Digital Kementerian Kesehatan Indonesia.

Selain itu, ada juga Sumit Sharma, Direktur Pelaksana Boston Consulting Group (BCG), dan Caroline Riady, CEO Silam Group, untuk memberikan informasi tentang digitalisasi layanan kesehatan.

1. Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024

Dalam komentarnya, Setiaji mengatakan bahwa digitalisasi di sektor kesehatan sangat penting untuk memfasilitasi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan. Acara ini sejalan dengan tujuan Kementerian Kesehatan untuk membawa transformasi digital di masa depan.

Pada akhir 2021, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan rencana untuk strategi transformasi kesehatan digital 2024. Ini adalah upaya pemerintah untuk memetakan strategi digitalisasi layanan perawatan medis di Indonesia.

Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk memberikan akses yang lebih mudah ke layanan kesehatan tanpa mengurangi kualitas dan efisiensi layanan kesehatan.

“Digitization in health services is an initiative led by the Government. Taking into account the complexity of the health sector, traffic and a container for discussion is very crucial to guarantee the same access and distribution of health centers For the community, “said Setiaji that mewakili Menteri Kesehatan Budi.

2. Digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia makin meningkat

Sumit Sharma menjelaskan bahwa Indonesia mengalami tren yang signifikan terkait dengan penggunaan teknologi untuk mengakses layanan kesehatan. Pandemi Covid-19 adalah salah satu pendorong peningkatan teknologi industri kesehatan di Indonesia.

Baca Juga:  3 Jenis Serangan Jantung, Gejala, dan Penanganan

Menurut Summit, ini menjadikan Indonesia pasar terbesar ketiga dalam penggunaan aplikasi kesehatan. Digitalisasi industri kesehatan yang terjadi saat ini adalah awal dari perubahan dalam layanan kesehatan di masa depan.

“Pandemi Covid19 telah secara signifikan mendorong industri teknologi kesehatan setempat. Dengan meningkatnya kesadaran kesehatan, kami melihat pertumbuhan luar biasa dalam penggunaan teknologi kesehatan, dengan 57 persen orang Indonesia yang menggunakan aplikasi kesehatan,” kata Samit.

3. Adanya perubahan dalam industri kesehatan

Caroline Riady juga menyetujui kecenderungan digitalisasi layanan kesehatan yang terjadi saat ini. Perubahan yang terjadi tidak hanya dalam aspek layanan kesehatan, tetapi juga kebutuhan pasien. Definisi “sehat” berkembang mengingat komponen spiritual, mental dan emosional.

Saat ini, ada banyak layanan kesehatan digital yang dapat kami gunakan. Beberapa contoh adalah telekonsultasi, telepon, internet hal -hal medis, barang yang dapat dikenakan (jam pintar), bahkan teleradiologi.

“(Melalui digitalisasi), semua di Indonesia sekarang dapat mengakses dokter khusus terbaik. Jaraknya tidak lagi menjadi penghalang,” kata Caroline.

4. Generasi muda mendorong tren digitalisasi layanan kesehatan

Ada banyak faktor yang menyebabkan kecenderungan digitalisasi layanan kesehatan meningkat. Menurut presentasi Summit, peningkatan orang muda yang secara digital cerdas dan sadar akan kesehatan adalah alasan utama terjadi fenomena ini.

Selain itu, para dokter muda yang ahli dalam teknologi berpartisipasi dalam mempromosikan kecenderungan digitalisasi layanan kesehatan. Ini membuat pasien mengadopsi pendekatan digital untuk mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, ini juga didukung oleh jumlah asuransi kesehatan yang memfasilitasi layanan kesehatan digital, seperti telekonsultasi dan televisi.

5. Teknologi artificial intelligence membantu operasi layanan kesehatan

Di akhir acara, ada sesi panel diskusi yang mengundang panelis untuk lebih membahas kecenderungan digitalisasi layanan kesehatan.

Ada banyak pesan menarik yang dapat diambil selama sesi diskusi. Salah satunya adalah peran kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran otomatis dalam industri kesehatan.

Penggunaan AI dan teknologi cloud dapat membantu operasi perawatan medis, sehingga memberikan manfaat bagi pengalaman umum pasien.

Perkembangan teknologi yang cepat telah membawa perubahan dalam industri kesehatan. Generasi ahli digital muda adalah salah satu faktor utama untuk meningkatkan digitalisasi layanan kesehatan. Ini adalah langkah pertama perubahan dalam industri kesehatan di masa depan.